• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Kok kamu tahu?

Posted by Isa Alamsyah at 2:03 PM
Kok kamu tahu?
Isa Alamsyah

Seorang siswa senior ngobrol dengan siswa baru di kantin sekolah.
Ketika asyik ngobrol tiba-tiba lewat seorang guru kimia yang di kenal killer.
"Itu guru kimia, killer banget deh!" kata sang senior.
"Oh, memang!" kata si murid baru.
"Dia ngajarnya gak enak, tapi kalau kasih soal susah. Kesannya muridnya yang bodoh, padahal dia yang gak becus ngajar!" lanjut si senior.
"Oh, betul!" cetus si murid baru merespon.
"Kalau ada guru terburuk abad ini, pasti dia masuk sebagai kandidat yang kuat." kata si senior tersebut menambahkan.
"Oh, bisa jadi!" jawab si anak baru.
Melihat cara si anak baru merespon, si senior merasa ada yang aneh.
"Kamu anak baru, kamu kok tahu?
Kok jawabnya memang, betul, bisa jadi, kayak udah lama aja sekolah di sini.
Emang kamu kenal ama si killer itu?" tanya si senior penasaran.
"Ya, lah. Itu kan ibu saya. Makanya aku pindah kemari!" jawab si anak baru santai.
Wak waw.... (bacanya seperti bunyi musik film kartun kalau suasana menegangkan...)
Mendengar itu langsung si senior membayar makanan si anak baru, dan berjanji akan mentraktirnya terus di kantin seolah, asalkan si anak baru berjanji tidak melaporkan apa yang dikatakannya tentang ibunya.

Humor dan hikmah
Salah satu kunci komunikasi adalah tahu apa yang di katakan, bisa membedakan mana informasi yang bisa disampaikan, dan sadar dengan siapa bicara, serta melihat tempat berbicara.
Jika kita berkomunikasi sembarangan, tanpa ilmu, maka bisa jadi kita jadi korbannya.

Pada kasus ini, si senior berbicara lepas tanpa kontrol pada orang yang tidak dikenal baik,
dan dia jadi korbannya.
Jadi perhatikan waktu, tempat, lawan bicara, tema, dll, ketika berkomunikasi.

Contoh sederhana.
Anda naik taksi, lalu menelepon ke rumah.
"Aku pulang di rumah ada orang gak? Ooh kuncinya di mana? Oh dibawah karpet. OK."
Tanpa sadar kita membuka rahasia tempat biasa menyembunyikan kunci di depan supir taksi yang tidak kita kenal.
Kalau kebetulan supirnya jahat, bisa jadi informasi tersebut dipakai untuk kejahatan.

Saya pernah mendengar kisah seorang aktivis yang sangat vokal mengkritisi pemerintah di masa orde baru.
Kalau sedang ngobrol politik, kritiknya sangat pedas, dan idenya sangat berani.
Dia bicara di mana saja, dan salah satu tempat favoritnya berdiskusi adalah di mobil.
Suatu hari dia diciduk, dan yang melaporkan ternyata adalah supirnya.

Semoga saja catatan ini memberi masukan pada kita untuk lebih cermat dalam berkomunikasi.

Tetap semangat! No Excuse!


1 comments :

  1. bunda arum said... :

    mjaga lidah, mjadi bijak dlm berbicara teorinya mudah. Untk pelaksanaannya bth niat n ilmu ...

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More