• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Adam, penulis cilik yang dulu tidak suka buku

Posted by Isa Alamsyah at 12:44 AM
Adam, penulis cilik yang dulu tidak suka buku
Isa Alamsyah

Sejak kecil Adam berbeda dengan Salsa.
Jauh sekali perbedaaannya, apalagi jika dihubungkan dengan dunia membaca dan menulis.
Salsa dengan mudah diajar membaca, sedangkan Adam sulit sekali.
Salsa sangat suka membaca, Adam sangat tidak tertarik buku.
Di kelas 2 SD Salsa bisa melahap buku Harry Potter yang tebalnya 300-an halaman hanya dalam hitungan beberapa hari, sedangkan Adam sibuk dengan mobil-mobilan.
Setiap kali kita, orang tua, beli buku Salsa tertarik membacanya, Adam hanya tertarik dengan gambar mobil yang ada di buku.
Ketika Salsa mulai suka baca koran, Adam hanya tertarik dengan gambar mobil yang ada di koran.
Jadi kalau orang bilang anak kecil bisa jadi penulis cilik karena bakat dan minat menulis dan membaca, itu salah. Karena Adam pada awalnya sama sekali tidak terlihat sebagai anak yang punya bakat membaca atau menulis.
Lalu bagaimana akhirnya Adam bisa menyukai membaca?
Begini ceritanya.
Minat anak sebenarnya adalah hasil dari pendidikan.
Minat bisa dibentuk dan dipancing.
Ini yang terjadi pada Adam.
Adam tidak suka membaca tapi ia suka mobil.
Maka bunda Asma Nadia membelikan sebuah buku berbentuk mobil, dan ada rodanya.
Adam kecil senang sekali, dan bermain main dengan buku mobil barunya.
Lama kelamaan Adam jadi ingin tahu apa yang tertulis di buku itu.
Lama kelamaan tanpa sadar Adam jadi senang membaca.
Kini Adam tidak begitu suka mobil-mobilan, tapi masih suka buku.
Itu awalnya Adam suka membaca.

Lalu kapan mulai menulisnya?
Setelah suka membaca, kami mulai mencoba membangkitkan minat Adam menulis.
Di usia 5 tahun Adam mulai dilibatkan untuk menulis.
Ia menulis untuk "Klik Man" dalam buku antologi.
Setelah itu selama 4 tahunan ia tidak pernah menulis lagi.
Adam sibuk main bola, main bulu tangkis, berenang dan berbagai kegiatan olah raga lainnya.
Saat itu kami melihat di situlah minat dan bakat Adam.
Hampir setiap olah raga yang didalaminya, ia menguasai dengan baik.
Karena itu akhirnya kegiatan Adam tidak jauh dari olah raga.
Kami pun tanpa sadar melupakan keterampilan menulis Adam.

Selanjutnya Adam mulai suka musik, ia belajar piano, gitar dan drum. Dan amazingly ia bisa bermain ketiga alat musik itu dengan kemampuan di atas rata-rata.
Begitulah Adam sibuk dengan dunia olah raga dan musik, dan kita hanya mensupportnya saja.
Kami semakin lupa mengasah keterampilan menulisnya.

Di sudut lain di rumah yang sama, kakaknya Putri Salsa, menerbitkan buku demi buku setiap tahun dan mencetak banyak Best Seller. Cool Skool, Best Friend Forever karya Salsa sempat menjadi no-2 terlaris dalam distribusi Mizan setelah Laskar Pelangi.

Ayahnya Adam, Isa Alamsyah dan Bundanya Asma Nadia juga terus menerbitkan buku.
Adam sesekali di ajak ikut kegiatan kepenulisan, tapi kesehariannya tetap sibuk dalam dunia olahraga dan musik.

Suatu hari, di usia 9 tahunan Adam datang ke bunda dan berkata,
"Bunda aku mau dong jadi penulis. Aku satu-satunya di keluarga yang bukan penulis. Ayah bunda penulis, Kak Salsa Penulis. "
Pertanyaan ini justru jadi titik balik Adam jadi penulis. Rupanya kegiatan orang tua dan kakaknya jadi perhatian Adam juga.

Selama ini kami berpikir Adam suka olah raga suka musik jadi kurang menggarap potensinya dibidang kepenulisan.
Rupanya ia juga punya minat di bidang kepenulisan.
Lalu mulailah kami berdiskusi dan Adam mulai menulis.
Beberapa bulan kemudian Adam mempunyai buku pertamaya "Mostly Ghostly" yang kocak dan edukatif. Tentang tiga anak yang tidak mudah percaya isu hantu dan membuktikan isu-isu yang didengarnya.
Setahun kemudian Adam menerbitkan buku keduanya "Mostly Spooky" yang merupakan seri dari Mostly Ghostly.
Buku Adam sangat menghibur dan banyak anak menyukainya.
Nilai pesannya juga kuat.
"Anak Indonesia tidak perlu takut hantu lagi!".

Adam jadi penulis karena memutuskan untuk jadi penulis.
Adam punya buku baru karena dibimbing dan dilatih untuk jadi penulis.
Bukan bakat yang membuat Adam jadi penulis tapi latihan dan pendidikan di rumah.
Bukan juga karena ayah bundanya penulis, karena kalau Adam tidak ditelateni mungkin tidak ada buku yang terbit seperti 4 tahun sebelumnya.
Belajar dari Adam, semua anak bisa jadi penulis.
Sebaliknya, anak penulis pun bisa tidak menulis kalau tidak di kader.
Adam punya niat, di usia 25 tahun punya 100 buku. WOW

Mau dengar lebih banyak kisah Adam dan Salsa menulis, dan bagaimana gaya pengkaderannya di rumah?
Hadiri Temu keluarga penulis. Full Team.
Adam Putra Firdaus, Putri Salsa, Asma Nadia dan Isa Alamsyah,
Jumat 22 Juli 2011 di TM Book Store Detos Depok Townsquare,
Jam 16.00 -18.00
Gratis Berhadiah

Jangan lewatkan workshop Sakinah Family
Workshop 3 in one for Powerful Family.
Minggu, 24 Juli 2011 Jam 09.00 - 17.00
Rumah Baca Asma Nadia Pusat,
Jalan Merapi Raya No. 42 Depok timur

No Excuse for Family by Isa Alamsyah 09-00 - 12.00
Think Dinar for Family by Endi J. Kurniawan 13.00 - 15.00
Sakinah Family by Asma Nadia 15.30 - 17.00





1 comments :

  1. Dari Hobinya bermain Musik dan Olahraga juga bisa berpotensi untuk jadi bahan penulisan buku selanjutnya tuh Pak Isa. Keren euy,

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More