• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Ketika usia divonis kematian sudah dekat, apa yang Anda lakukan?

Posted by Isa Alamsyah at 7:56 PM

Ketika usia divonis kematian sudah dekat, apa yang Anda lakukan?

Isa Alamsyah


Dokter secara terus terang mengatakan padanya bahwa usianya hanya tersisa 3 bulan atau paling lama 6 bulan.

Kali ini dokter begitu yakin kanker pankreas yang dideritanya tidak akan bisa disembuhkan setelah kemo terapi dan berbagai cara yang ada sudah dilakukan.

Dosen yang baru tahun sebelumnya baru tahu ia menderita kanker pankreas tersebut sadar kematiannya sudah dekat.


Ada banyak pilihan yang bisa dilakukannya 63 atau 6 bulan menjelang kematiannya.

Ia bisa menghabiskan waktu sebanyak banyaknya bersama istri dan anak-anaknya yang masih kecil.

Ia juga bisa pergi ke tempat yang diimpikannya sebelum kematiannya.

Ia juga bisa memilih untuk membuka usaha untuk menjamin masa depan anak-anaknya.


Tapi tahukah apa yang dipilihnya?

Ia memilih untuk menulis buku.

Ya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya.

Dosen ini mengajak satu penulis untuk menulis buku bersamanya.


Kenapa ia menulis buku?
Karena ia sadar, buku akan menjadi warisan berharga untuk anak-anaknya.

Ia sdar karena buku bisa menjadi pegangan abadi buat anak-anaknya.

Ia sadar, bahwa buku bisa menjadi inpirasi dunia.


Ia tahu keluarganya sebenarnya membutuhkannya lebih dari kapanpun, karena waktunya tinggal sedikit.

Tapi ia tetap sibuk menghabiskan waktu di tiga bulan terakhir menyelesaikan buku pertama dan terakhirnya.


Apakah keputusannya benar?
Akhirnya waktu yang membuktikan.


Bukunya membuat ia abadi.

Ya, ini adalah kisah nyata Randy Pausch penulis buku "The Last Lecturer".


Sebagian isi bukunya menjadi bahan ceramah terakhirnya di Universitas.

Universitas tempatnya bekerja mempunyai tradisi memberi kesempatan pada dosen (profesor) yang karena suatu hal tahu bahwa mereka menjelang ajal untuk memberikan ceramah terakhir.

Rekaman dari ceramahnya yang diupload di youtube diakses belasan juta orang.


Dari bukunya ia dibayar US $6.7 juta (Rp 60 miliar-an) dari penerbit.

Buku tersebut dicetak perdana 400.000 kopi dan dicetak ulang hingga terjual sebanyak 4,5 juta kopi di Amerika saja.

Bukunya sudah diterjemahkan dalam 46 bahasa.

Selama 85 minggu bertahan di daftar New York Best Seller.


Keputusannya membuat buku justru menghidupkannya lebih lama.

Buku membuat semangatnya menjadi warisan abadi bagi anak-anaknya dan dunia.


Seandainya ia hanya memilih bersama anak-anaknya menghabiskan 6 bulan yang tersisa.

Mungkin ia hanya jadi kenangan indah bagi keluarga.


Tapi buku membuatnya inspirasi keluarga dan dunia.


Belajar dari Randy Pausch, kenapa kita mulai menulis dan menyiapkan buku karya kita.

Satu buku sebelum Mati, Bisa! No Excuse!


Penghargaan untuk Randy Pausch setelah "The Last Lecturer"

  • The Pittsburgh City Council declared November 19, 2007 to be "Dr. Randy Pausch Day".[46]
  • In May 2008, Pausch was listed by Time as one of the World's Top-100 Most Influential People.[1]
  • Randy was named Pittsburgher of the Year 2008.[47]
  • On May 30, 2008, Randy received a letter from then President George W. Bush thanking him for his commitment to the Nation's youth.[48]
  • On February 4, 2009, The Walt Disney Company dedicated a tribute plaque at Walt Disney World near the "Mad Tea Party" attraction with a quote by Randy that reads "Be good at something; It makes you valuable ... Have something to bring to the table, because that will make you more welcome."[49]
  • The Walt Disney Company also created the Disney Memorial Pausch Fellowship at Carnegie Mellon University, which will support two graduate students.[50]
  • Per Jared Cohon's announcement on the day of the Last Lecture, a raised pedestrian bridge at CMU that connects the Gates Computer Science building and the Purnell Center for the Arts is named after Pausch, symbolizing the way he linked the two disciplines.[22]

1 comments :

  1. Anonymous said... :

    Luar biasa..sngt inspiratif sekali..

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More