#navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none}

  • slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Web Resmi Isa Alamsyah

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang terpikirkan

Delete this element to display blogger navbar

Bintang Daud Ternyata Pernah Dipakai Umat Islam (Klipping)

Posted by Isa Alamsyah at 11:37 AM



Bintang Daud (Star David) yang terdiri dari 6 sudut atau gabungan dua segitiga sama sisi kini selalu diidentikkan dengan Zionis atau Yahudi. Sedangkan sebagian umat Islam, selain bulan sabit, memilih memakai simbol bintang delapan atau gabungan dua bujur sangkar sebagai simbol.Akan tetapi ternyata di masa lalu, simbol Bintang Daud dipakai oleh beberapa kerajaan Islam. Silakan simak klipping di bawah ini dari Republika, 16 Juni 2017 tulisan dari A Syalabi Ichsan.

Bintang Daud Dalam Sejarah Islam

Jika mendengar nama bintang Daud
 atau bintang david, yang terlintas di benak kebanyakan orang saat ini mungkin adalah Yahudi atau Zionis. Faktanya, simbol bintang tersebut saat ini memang dikenal sebagai salah satu representasi Israel —yang notabene adalah negara Yahudi.

Namun, siapa sangka jika di masa lalu bintang daud ternyata juga pernah dipakai di dalam dunia Islam. Menurut catatan sejarah, simbol bintang bersegi enam (heksagram) itu pernah dicantumkan dalam bendera Dinasti Karaman yang menguasai wilayah selatan daratan Ana tolia (Asia Kecil) antara 1250–1487. Dinasti itu sendiri dikenal sebagai penganut agama Islam yang menjalankan tradisi mazhab Hanafi.

Selain itu, bintang daud juga pernah dijadikan sebagai simbol bendera Dinasti Isfendiyar yang menguasai bagian utara daratan Anatolia dari 1292–1461. Seperti halnya Dinasti Karaman, Dinasti Isfen diyar juga dikenal sebagai kerajaan Islam yang menganut paham Ahlussunah waljamaah.
Selanjutnya, Hayreddin Pasha alias Khairuddin Barbarossa yang menjabat sebagai petinggi militer Kesultanan Turki Utsmaniyah pada 1533 juga dikatakan pernah memakai logo bintang daud di bendera perangnya. Hayreddin Pasha adalah seorang Muslim berdarah Yunani yang dikenal sangat loyal kepada Sultan Suleiman (Suleyman the Magnificent) yang memerintah Utsmaniyah dari 1520–1566.

Menurut laman Flags of the World (FOTW), bendera yang dimiliki Hayred din Pasha tidak sekadar menampilkan bintang daud. Tetapi juga mencantumkan gambar pedang Dzulfaqar (pedang milik Ali ibn Abi Thalib). Sementara, di atas gambar pedang itu tertera kalimat "Nashrun minallaahi wa fathun qariibun wa bashshiril mu'miniina, yaa Muham mad" yang ditulis dalam abjad Arab. Ben dera perang Hayreddin juga membubuh kan nama empat sahabat Khulafa ar-Rasyidin yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhum.

Stephen F Dale dalam buku The Mus lim Empires of the Ottomans, Safa vids, and Mughals menyebutkan, penggunaan lambang bintang daud memang sempat populer di kalangan masyarakat Muslim pada zaman abad pertengahan. Terutama di antara penganut mazhab Hanafi. Logo tersebut juga kerap ditemu kan masjidmasjid yang dibangun pada masa Kesul tanan Turki Utsmani yah.

Terakhir, bintang heksagram itu di kata kan juga sempat dipakai dalam ben dera Maroko pada awal abad ke-19. Na mun, sejak terbentuknya negara Isra el pada 1948, logo tersebut secara global mulai diasosiasikan sebagai milik komunitas Yahudi semata.

0 comments :

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More