Rumah Tanpa Jendela, tonton di 3 hari pertama
Rumah Tanpa Jendela, tonton di 3 hari pertama
Isa Alamsyah

Ketika berita film Hollywood tidak diputar lagi beredar, ada yang menganggap kini saatnya film Indonesia bangkit. Benarkah?
Apakah ini harapan Anda?
Mari kita lihat statistik film tahun ini.
Yang masuk 10 besar film Indonesia tahun ini (sampai Feb 2011) adalah:

#JudulPenonton
1Arwah Goyang Karawang385.814
2Love Story274.074
3Kalung Jelangkung253.311
4Pelukan Janda Hantu Gerondong242.726
5Baik Baik Sayang* 100.000
6Rindu Purnama55.915
7Jenglot Pantai Selatan50.644
8Cewek Gokil39.561
9Khalifah* 25.000
10Anakluh* 10.000

Coba perhatikan data di atas, film tertema hantu gak jelas (horor dan kotor) tahun ini di 2 bulan pertama memenangi pertarungan.
Bayangkan kalau film jenis horor dan kotor menjadi tuan rumah di negeri ini masa depan bangsa makin memprihatinkan. Akan makin banyak orang yang percaya klenik bukan?
Adalah fakta bahwa film bisa mempengaruhi perilaku penontonnya,
dan tugas kita secara individu minimal mendukung film yang baik, film yang punya misi dan visi apalagi kalau kualitasnya juga bagus.

Masih belum terlambat!
Pertempuran antara film bervisi/ inspiratif dengan film horor belum berakhir.
Kita sebagai orang yang peduli dengan kualitas budaya bangsa, masih bisa memenangkan film bervisi/ inspiratif. Kita harus menang! We can win this!
Hari ini Kamis 24 Feb 2011, sebuah film inspiring hadir kembali hadir
Judulnya "Rumah Tanpa Jendela" di sutradarai Aditya Gumai (sutradara Emak Ingin naik haji)
di ambil dari karya Asma Nadia.

Kita bisa mendukung film keluarga ini dengan menyempatkan untuk menonton di hari pertama.
Kalau tidak bisa di hari pertama, sempatkan tonton di tiga hari pertama. Kenapa? Karena tiga hari pertama adalah masa evaluasi pihak bioskop. Kalau hasilnya tidak memuaskan, sekalipun film bagus berkualitas dan kaya pesan, akan segera diturunkan dari layar.
Kalau belum sempat tontonlah di minggu pertama. Kalau tidak sempat, semoga saja film ini bertahan sam.apai minggu kedua, dst.
Tapi tanpa dukungan di minggu pertama, minggu kedua akan diturunkan. Sayang kan?
Tentu saja Anda tidak mau membiarkan produser film-film inspiratif kapok bukan?
Demi masa depan anak-anak kita.

Jika ingin berperan lebih besar.
Jangan nonton sendirian. Ajak keluarga, sanak saudara, dan teman sekolah atau teman kerja untuk menonton.
Setelah menonton jangan hanya diam, saatnya kita berhenti menjadi silent majority.
Jika Anda setuju film ini baik, segera tulis status di facebook atau twitter setelah menonton, rekomendasikan ke teman teman untuk menonton.
Kalau kita aktif mendukung film bagus, insya Allah banyak produser yang lebih memilih film inspiring ketimbang film horor atau film kotor.

Film "Rumah Tanpa Jendela" ini tidak hanya punya visi, tapi juga digarap dengan istimewa.
Film musikal ini tidak hanya cocok ditonton anak-anak, tapi juga penuh pembelajaran bagi orang dewasa. Film ini juga menyuarakan simpati pada orang yang punya keterbatasan.

Lebih dari itu Anda yang menonton tidak hanya terhibur dan tergugah, tapi juga beramal. Karena 100% keuntungan dari tiket yanag Anda bayar akan disumbangkan untuk kegiatan sosial.
Mungkin hari ini Kamis pagi jam 09.00 di acara Dahsyat akan ada seremonial pemberian 1000 buku untuk rumah baca dari film Rumah Tanpa Jendela.
.
Nah kalau ada film bagus, baik untuk anak-anak dan dewasa, bagus untuk keluarga, menghibur dan penuh hikmah dan hasilnya disumbangkan untuk kegiatan sosial, masih tidak didukung?
Harus bagaimana lagi? Tunggu apa lagi?

Apakah Anda rela film horor dan kotor menguasai bioskop di Indonesia kalau tidak ada film hollywood?

Hari ini Jam 17.00 dan 19.00 di metropole (ex Megaria) akan ada nonton bareng bersama Jusuf Kalla, Angelina Sondakh dan anak-anak (semoga bisa menghibur anak-anak almarhum), Joshua (yang baru kehilangan ayah). Kak Seto dan keluarga, serta Asma Nadia, Aditya Gumay dan artis pendukung.

Buat Anda yang jauh, silahkan buat jadwal nonton bareng bersama keluarga hari ini ada tiga hari pertama atau minggu pertama.
Semoga semakin banyak film Indonesia yang bermutau untuk kemajuan bangsa.

,
DAFTAR PEMUTARAN FILM RUMAH TANPA JENDELA DI BIOSKOP 21
MULAI HARI KAMIS, 24 FEBRUARI 2011

JAKARTA : Arion, Buaran, Atrium, Metropole, Bintaro, Blok M Square, Cibubur, Cijantung, Tamini, Gading, Sunter, Kalibata, Slipi, CBD Ciledug, Pd. Gede
TANGERANG: WTC Serpong, Blitz Teras Kota, Karawaci, Metropolis
BOGOR: BTM, Galaxy
DEPOK: Detos, Depok
BEKASI: Grand Mall Bekasi, Mega Bekasi
CILEGON: Cilegon
BANDUNG: BSM, Empire, Blitz PVJ
CIKARANG: Lippo City,
MEDAN Paladium Thamrin, Plaza
SURABAYA: Tunjungan, Delta
BATAM: Mega, Studio (BCS)
JOGJA: Studio
PEKAN BARU: Riau, Holiday
PALEMBANG: Internasional
BENGKULU: Mega
BANJARMASIN: Studio
PALANGKARAYA: Palma 21
SEMARANG: Citra

*****

Paket Pebruari buku "Rumah Tanpa Jendela" serba diskon 25% lihat
www.facebook.com/asmanadia.penulis
PESAN BUKU ONLINE
Hub : Lemon : 087885273530 (XL), Roonie: 081282210742
Dedi: 085711946854 (IM3) - Hub salah satu nomor saja

*****

Jadikan diri Anda sebagai salah satu pintu ilmu dan inspirasi bagi rekan-rekan Anda.
Ajak rekan-rekan bergabung di Komunitas Bisa! (group 8)
CARAnya:
1. Masuk ke group http://on.fb.me/Bisa8
2. Klik "Kirim Undangan - invite" lalu klik foto teman-teman
3. Klik "Bagikan+ (Share)" agar Grup ini muncul di Dinding Anda
4. Dengan mengajak semua orang yang anda kenal dan mengenal anda maka anda telah menjadi pintu ilmu dan inspirasi
Orang Tua Profesional, Pasangan Profesional
Orang Tua Profesional, Pasangan Profesional
Isa Alamsyah

Seorang wanita terburu-buru lari menuju kantor.
Kemacetan membuat ia harus berlari sekalipun baru saja menempuh perjalanan panjang selama 2 jam.
Di jalan bertabrakan dengan orang yang tidak dikenalnya.
"Maaf, saya lagi buru-buru," sambil tersenyum lalu ia berlari lagi.
Di depan gerbang ia bertemu satpam, dan dalam keterburuan sempat menyapa
"Selamat pagi, Pak!"
Lalu segera ia masuk kantor dan duduk di kursi customer service tempatnya bertugas.
Untung tidak terlambat.

Setelah sedikit merapihkan make up dan pakaian, ia siap menghadapi customer.
Sayangnya customer pertama customer yang menyebalkan.
Bayangkan saja setelah perjalanan panjang dan sedikit berlari ia bertemu customer yang menyebalkan.
Customer ini bertanya ngalur ngidul hanya karena ingin berlama-lama duduk di depannya.
Wanita ini tahu customer ini termasuk orang yang pantas diusir, tapi ia juga tahu tidak ada alasan legal untuk melakukannya.
Jadi, dia hanya tersenyum dan terpaksa menjawab pertanyaan demi pertanyaan.
Sekalipun hatinya mendongkol, ia tidak pernah lepas dari senyumnya ketika berbicara.
Akhirnya customer menyebalkan tersebut pergi dan dia berhadapan dengan customer kedua.
Sekalipun hatinya masih kesal dengan customer pertama ia memulai bicara dengan customer kedua dengan senyum.
"Selamat pagi Pak, apa yang bisa saya bantu?"
Melihat senyumnya, customer kedua sama sekali tidak melihat kegundahan sang wanita.
Wanita ini tetap ramah dan tersenyum.

Di saat siang, sang manajer datang dan menegurnya karena kesalahan data.
Wanita ini merasa tidak melakukan kesalahan, tapi tetap saja sang manajer menyalahkannya.
Akhirnya, wanita ini hanya tersenyum dan minta maaf.
Yang penting masalah cepat selesai, pikirnya.
Lalu sang manager datang lagi minta tolong agar wanita ini melakukan suatu tugas baru.
Merekapun berdiskusi panjang mengenai tugas tersebut.
Wanita itu tetap ramah dalam dikusi dengan manajernya sekalipun dalam hatinya masih dongkol pada manajer.
Ituluah sehari-hari yang dilakukannya di tempat kerjanya.

Suatu hari di hari libur.
Wanita itu baru saja jogging sore di hari libur bersama anak bungsunya.
Ketika berjalan menuju pulang tiba tiba anaknya membetulkan tali sepatu dan wanita tersebut tersandung anaknya yang menunduk di depannya dan hampir jatuh.
Wanita itu gundah," Gimana sih, kalau mau ganti tali sepatu minggir dong jangan menghalangi orang!" katanya sedikit keras. Hati sang anak ciut.
(Ups, padahal kalau di kantor, kalau sedang buru-buru dan tabrakan dengan orang langsung memilih kata " maaf" bukan berkata "gimana sih")
Setelah suasana agak mereda, si bungsu anaknya bilang ke mamanya:
"Mam, ayo kita buruan kan Mama janji nonton film "Rumah Tanpa Jendela" bersama teman teman, nanti kita terlambat"
"Aduh, sabar dong, Mama kan cape, apa kit anonton yang besok aja ya?!"
(Ups, kalau ke kantor selalu tepat waktu,tepat janji, sekalipun cape, tetap tepat waktu - kalau buat anak-anak kenapa dengan mudah cape boleh jadi alasan dan mudah mengubah jadwal?)
Ketika tiba di rumah ia melihat suaminya di teras sedang bekerja dengan notebooknya, dan bersama si bungsu ia nyelonong saja masuk tanap menyapa.
(Ups, kalo di kantor ketemu satpam saja, langsung selamat pagi!).

Di dalam rumah anak pertama yang tidak ikut jogging datang ke Mamanya minta diajarkan pelajaran sekolah.
"Ma, mama kan janji kemarin, setelah jogging mau mengajari aku pelajaran ini!"
Dengan muka kelelahan, dan masam wanita itu menjawab.
"Kamu lihat Mama lagi cape kan, nanti aja lah" jawabnya.
Akhirnya sang suami yang melihat gelagat tidak enak coba menegur halus.
"Ma, kemarin kan kita sudah sepakat pelajaran ini Mama yang ngajarin. Karena Papa tidak menguasai pelajaran ini!"
"Iya Mama juga tahu, tapi tunggu dulu lah belum juga istirahat!"
Wanita ini dengan muka cemberut, memalingkan wajah dari suami, masuk kamar dan menutup pintu keras.
Sang suami menyusul dan berkata;
"Ya udah kalau Mama cape, nanti Papa yang ajar sebisanya."
Wanita itu ngambek, dan tidak mempedulikan suaminya.
Kalau sudah begini, sang suami tahu, 1 sampai 2 jam ke depan tidak ada komunikasi.
Sang suami memilih keluar dari kamar.

Apa yang terjadi di kisah ini?
Wanita yang sama, mengalami situasi yang mirip, tapi sikapnya jauh berbeda di kantor dan di rumah.
Jawabannya sederhana, karena ketika di kantor ia mendefinisikan dirinya sebagai "Wanita karir profesional." Tapi ketika di di rumah ia mendefinisikan dirinya "Ibu rumah tangga" bukan "Ibu rumah tangga profesional"

Apa bedanya?
Ketika kita menjadi orang tua, ayah, ibu, atau pasangan yang profesional maka kita akan berskiap sebagai profesional sesuai dengan tuntutan profesional.
Apakah boleh ngambek kepada manajar di kantor? Tidak. Ya jangan nagambek.
Apakah boleh ngambek pada pasangan (suami atau istri) secara agama? Tidak boleh. Ya, jangan ngambek.

Apakah sebaiknya saling menyapa anak atau suami sekalipun di rumah?
Tentu saja. Ya, sapalah mereka.
Saya dalam sehari mungkin memanggil nama Salsa atau Adam, Bunda puluhan kali setiap kali bertemu atau berpapasan di rumah, hanya sebagai bentuk sapaan. Mungkin sapaan bisa berbentuk salam, tos tangan, tepuk pundak, elus rambut, tapi itu rutin makanan setiap hari.

Apakah boleh marah pada anak, apakah boleh keras?
Ya tergantung. Sama seperti di kantor kadang kita juga komplain, kita juga tegas bahkan pada customer. Intinya untuk kebaikan.
Jadi kalau keras itu untuk kebaikan boleh saja tapi tidak boleh marah karena emosi.
Marah karena emosi, marah karena cape, marah karena mumet adalah tindakan yang tidak profesional baik di kantor ataupun di rumah.

Seringkali kita menjadikan cape, lelah sebagai excuse untuk bersikap tidak profesional di rumah.
Seringkali kita dengan mudah mengabaikan janji ketika itu di keluarga sekalipun tidak ada alasan yang kuat.

Hal-hal sepertini inilah yang ingin ditanamkan pada peserta Workshop Sakinah Family Sabtu 26 Feb 2011 agar kita menjadi profesional dalam rumah tangga.

Profesional Parenting,
Profesional Sakinah Family
No Excuse! karena Anda bisa

Semoga kita semua bisa membangun Sakinah Family #No Excuse!

*****

Jangan lewatkan!
Seminar Workshop Spektakuler 3 ini 1
Sesi 1: "No Excuse! for Family",
Membangun keluarga kuat mental dan spiritual dengan spirit No Excuse!
Instruktur: Isa Alamsyah
Sesi 2: "Think Dinar for Strong Family"
Membangun keluarga kuat finansial dengan konsep Think Dinar!
Instruktur: Endy J. Kurniawan
Sesi 3: "The power of Sakinah Family"
Membangun keluarga harmonis dengan spirit "Sakinah Bersamamu"
Instruktur: Asma Nadia
Paket terlengkap dan termurah
http://on.fb.me/Workshop_Sakinah_NoExcuse_Dinar

Acara : 26 Februari 2011
Pukul : 09.00 - 17.00
Tempat: Jakarta Design Center Slipi Jakbar
Rp 250.000 untuk pendaftaran sebelum 15 Feb,
Harga Normal Rp 300.000 setelah tanggal 15 feb
(Untuk suami istri berdua Rp 400.000 berlaku sekalipun bukan 20 orang pertama)
Tempat terbatas. Info Roonie: 081282210742

******

Paket Pebruari buku "Rumah Tanpa Jendela" serba diskon 25% lihat
www.facebook.com/asmanadia.penulis
PESAN BUKU ONLINE
Hub : Lemon : 087885273530 (XL), Roonie: 081282210742
Dedi: 085711946854 (IM3) - Hub salah satu nomor saja

*****

Jadikan diri Anda sebagai salah satu pintu ilmu dan inspirasi bagi rekan-rekan Anda.
Ajak rekan-rekan bergabung di Komunitas Bisa! (group 8)
CARAnya:
1. Masuk ke group http://on.fb.me/Bisa8
2. Klik "Kirim Undangan - invite" lalu klik foto teman-teman
3. Klik "Bagikan+ (Share)" agar Grup ini muncul di Dinding Anda
4. Dengan mengajak semua orang yang anda kenal dan mengenal anda maka anda telah menjadi pintu ilmu dan inspirasi
Sakinah: Mendeteksi masalah sebelum pernikahan
Kali ini saya akan membocorkan sedikit materi Sakinah Family yang akan disampaikan oleh Asma Nadia dalam workshop Sakinah 26 Februari 2011.
Sekalipun workshop ini bernama Sakinah Family tetapi sebenarnya juga dianjurkan untuk diikuti mereka yang belum menikah tapi merencanakan untuk berumah tangga karena akan menjadi pembekalan yang lengkap.

Artikel ini salah satu pembekalan untuk mereka yang belum menikah dan juga bagi yang sudah menikah.

Sakinah: Mendeteksi masalah rumah suami istri sebelum pernikahan
Isa Alamsyah

Banyak pasangan yang baru menikah terkaget-kaget dengan permasalahan rumah tangga yang mereka hadapi.
Padahal jika kita tahu akan menikah dengan siapa, sebenarnya kita sudah bisa mendeteksi masalah apa yang akan muncul di masa depan setelah menikah.
Kalau kita sudah mendeteksinya, maka ketika masalah tersebut muncul kita tidak kaget, dan bahkan kita sudah siap dengan solusi.

Ketika menikah, maka masalah pasangan kita menjadi masalah kita dan sebaliknya.
Nah apa saja masalah yang akan muncul dan bagaimana mengatasinya?

Ini hanya sedikit contoh masalah yang muncul akibat latar belakang:

Latar Belakang Keluarga
Jika menikah dengan anak sulung maka jangan kaget bahwa kita akan banyak terlibat dengan masalah adik-adik sang pasangan.
Kadang anggaran rumah tangga yang mepet juga harus dipotong untuk kebutuhan adik sang pasangan (apalagi jika kedua orang tua sudah meninggal).
Kalau sadar potensi masalah ini, maka kita bisa membicarakannya sejak dini sebelum menikah, dan sudah siap menyisihkan anggaran untuk adik-adik sang pasangan.
Jika tidak, maka pasangan akan sembunyi-sembunyi memberi uang pada keluarga sendiri.
Kemungkinan paling fair, jangan sampai pasangan kita jadi tulang punggung adik-adiknya kalau mereka sudah dewasa.

Menikah dengan anak bungsu juga bukan tidak ada masalah.
Kalau pasangan anak kita bungsu mungkin ia tidak menjadi sandaran kakak-kakaknya.
Tapi kalau salah seorang kakak terbiasa mendominasi adik termasuk si bungsu pasangan kita, bisa jadi kita ikut di dominasi, diikutcampuri.
Belum lagi kalau pasangan kita anak bungsu, kadang kita hanya mengikuti jadwal kakak-kakaknya dan jadwal kita mungkin tidak dianggap.
Kalau misalnya ayah pasangan kita yang anak bungsu tersebut meninggal, biasanya ia diminta untuk tinggal dengan ibunya sekalipun sudah menikah. Maka kita akan tinggal satu atap dengan mertua.
Jika sadar semua kemungkinan tersebut, maka ketika masalah ini datang kita sudah siap karena sudah pernah dibicarakan.

Latar belakang budaya:
Jika menikah dengan orang dari daerah lain, maka salah satu masalah yang akan muncul adalah masalah mudik lebaran, kadang kita harus ikut pergi jauh ke daerah asal pasangan dan tidak lebaran bersama keluarga sendiri.
Kalau sadar potensi masalah ini, maka kita bisa membicarakannya sejak dini sebelum menikah.
Kemungkinan paling fair, lebaran bergilir tahun ini di kampung suami tahun depan di kampung istri.

Lalu jangan kaget juga kalau rumah kita jadi tempat menginap saudara2 pasangan kita yang datang dari daerah. Karena pasangan kita tumpuan harapan mereka kalau berkunjung ke kota.

Nanti akan banyak lagi hal yang perlu Anda cermati:
Misalnya:
Latar belakang pendidikan.
Bagaimana jika pasangan kita pendidiaknnya lebih tinggi dari kita atau sebaliknya?

Latar belakang ekonomi
Bagaimana jika pasangan kita dari keluarga yang lebih mapan dari kita atau sebaliknya?

Latar belakang pekerjaaan.
Bagaimana jika suami tidak punya penghasilan yang cukup?
Bagaimana jika istri mau mengejar puncak karir?

Nah Anda bisa membuat sendiri prediksi masalah yang akan muncul.
Sebenarnya ini juga yang akan menjadi salah satu role play peserta workshop.
Anda bisa melakukan sendiri bedanya di workshop ada sharing dari peserta lain dan coaching dari instruktur untuk problem solving.


Salah satu motto paling populer dalam buku "Sakinah Bersamamu" karya Asma Nadia adalah:
"Cinta bukan mencari pasangan yang sempurna,
tapi menerima pasangan dengan sempurna"

Intinya, tidak ada manusia yang sempurna, jadi pilihannya adalah kita bisa secara sempurna menerima pasangan kita.

Ketidaksempurnaan ini tentu saja akan menimbulkan riak-riak masalah.
Jika kita sudah bisa mempredikdisinya sejak dini, maka masalah yang muncul menjadi lebih mudah teratasi karena kita siap mental dan siap solusi.

Semoga kita semua bisa membangun Sakinah Family #No Excuse!

*****
Jangan lewatkan!
Seminar Workshop Spektakuler 3 ini 1
Sesi 1: "No Excuse! for Family",
Membangun keluarga kuat mental dan spiritual dengan spirit No Excuse!
Instruktur: Isa Alamsyah
Sesi 2: "Think Dinar for Strong Family"
Membangun keluarga kuat finansial dengan konsep Think Dinar!
Instruktur: Endy J. Kurniawan
Sesi 3: "The power of Sakinah Family"
Membangun keluarga harmonis dengan spirit "Sakinah Bersamamu"
Instruktur: Asma Nadia
Paket terlengkap dan termurah
http://on.fb.me/Workshop_Sakinah_NoExcuse_Dinar

Acara : 26 Februari 2011
Pukul : 09.00 - 17.00
Tempat: Jakarta Design Center Slipi Jakbar
Rp 250.000 untuk pendaftaran sebelum 15 Feb,
Harga Normal Rp 300.000 setelah tanggal 15 feb
(Untuk suami istri berdua Rp 400.000 berlaku sekalipun bukan 20 orang pertama)
Tempat terbatas. Info Roonie: 081282210742

******
Jadikan diri Anda sebagai salah satu pintu ilmu dan inspirasi bagi rekan-rekan Anda.
Ajak rekan-rekan bergabung di Komunitas Bisa! (group 8)
CARAnya:
1. Masuk ke group http://on.fb.me/Bisa8
2. Klik "Kirim Undangan - invite" lalu klik foto teman-teman
3. Klik "Bagikan+ (Share)" agar Grup ini muncul di Dinding Anda
4. Dengan mengajak semua orang yang anda kenal dan mengenal anda maka anda telah menjadi pintu ilmu dan inspirasi

*****

Paket Pebruari buku "Rumah Tanpa Jendela" serba diskon 25% lihat
www.facebook.com/asmanadia.penulis
PESAN BUKU ONLINE
Parentivasi: Menyiapakan Generasi untuk Menghadapi Tantangan Masa Depann Anak-Anak
Saya akan sedikit memberi bocoron workshop No Excuse for Parenting yang akan diadakan Sabtu tanggal 26 Februari 2011.
Karena keterbatasan media artikel maka hanya satu poin saja yang bisa disampaikan, dan materi lengkap serta video atau visualisasinya terpaksa hanya bisa dilihat yang menghadiri workshop tersebut.

Parentivasi: Menyiapkan Generasi Untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan Anak-Anak (no Excuse for Parenting!)

Salah satu kesalahan terbesar parenting dan edukasi adalah terpaku pada masa kini sehingga tidak benar-benar menyiapkan anak-anak untuk menghadapi persaingan di masa depan.
Padahal program pendidikan dan parenting baru akan terpakai 20 tahun mendatang, sehingga kalau kita mengacu pada masa kini mungkin 20 tahun mendatang anak-anak kita jadi anak yang ketinggalan zaman.
Apa yang penting sekarang mungkin akan basi 20 tahun mendatang sebaliknya apa yang sekarang tidak penting mungkin menjadi kebutuhan pokok di masa mendatang.
Apa yang sekarang bukan masalah mungkin 20 tahun mendatang akan menjadi masalah besar.
Apakah anak-anak kita akan siap menghadapinya?
Bahkan yang sekarang masih remaja atau mahasiswa mungkin juga akan menemukan masalah 20 tahun mendatang kalau tidak disiapkan dari sekarang.

Di bawah ini adalah sedikit kemungkinan yang mungkin akan dihadapi anak-anak kita di masa depan, dan orang tua dengan No Excuse! harus mempersiapkan anak-anak, dengan apapun yang ada.

Masalah pertama;
Pendidikan yang tidak up to date (Contoh 1)
Prediksi: Masa depan nanti akan didominasi oleh teknologi informasi karena itu harus disiapkan anak-anak yang melek IT
Masalah: Kurikulum pendidikan kita masih berkutat di pembagian ilmu sosial dan science. Dulu ada A1 (Fisika), A2 (Biologi), A3 (Sosial) atau A4 (bahasa)
Solusi: Harusnya sekarang disekolah harus disiapkan anak-anak melek IT even di daerah terpencil. Kalau perlu ada Sosial, Science dan IT. Menurut saya lab IT komputer lebih penting dari lab bahasa atau lab biologi. Karena dengan komputer bisa mempermudah semua. Lab bahasa terlalau mahal dan tidak terlalu bermanfaat.
Lab komputer selain penting bisa fleksible. Lab komputer dengan desain tertentu bisa difungsikan sebagai lab bahasa, atau lab percobaan online, dsb.
No Excuse!: Kalau pemerintah belum mampu maka kita orang tua harus No Excuse meyiapkan anak-anak untuk melek teknologi. Karena itu akan jadi kebutuhan masa depan.
Termasuk bagi orang tua yang buta IT harus belajar IT.

Pendidikan yang tidak up to date (Contoh 2)
Anak-anak masih dijejali ilmu yang pasti tidak bermanfaat di masa depan.
Misalnya pengetahuan yang berlaku sekarang tapi ketika mereka besar pasti tidak berlaku lagi.
Misalnya : Menghapal nama menteri, pasti ketika mereka besar menterinya sudah ganti.

Masalah kedua;
Sumber Daya Alam Yang Makin Kritis
Indonesia baru-baru ini keluar dari OPEC, kenapa? Karena OPEC adalah persatuan negara pengekspor minyak dan Indonesia kini menjadi negara pengimpor minyak.
Produksi minyak menyusut, konsumsi bertambah, sehingga kita impor minyak dari luar negeri.
Fakta yang diungkap di buku No Excuse! halaman 146 cukup menyeramkan:
Kita saat ini menjadi pengekspor batu bara terbesar di dunia. Bangga? Jangan dulu.
Karena ternyata cadangan batu bara kita hanya 3,1% dari batu bara di dunia.
Kok bisa ya punya sedikit batu bara tapi mengekspor paling banyak.
Ternyata negara lain sengaja menyimpan cadangan batu bara mereka untuk masa depan. Sepanjang mereka bisa mengeruk dari Indonesia dengan harga murah, mereka menyimpan batu bara mereka.
Bahkan Cina kabarnya juga mengimpor jutaan ton batu bara dan menyimpannya jadi cadangan.
Bisa jadi di masa depan Indonesia malah beli kembali batu bara dulu diekspor dengan harga berlipat.
Demikian juga dengan gas alam. Indonesia merupakan salah satu pemasok gas alam terbesar di banyak negara. Padahal cadangan gas alam kita hanya 1,6% gas alam dunia.
Artinya apa?
Jika tidak ada perubahan kebijakan, jika tidak ada bahan bakar baru yang murah, mungkin di masa depan anak-anak kita akan mengalami krisis bahan bakar.
Harga-harga akan melambung tinggi.
Karena itu kita harus menyiapkan anak-anak kita bukan sebagai anak biasa, bukan sebagai calon pegawai, tapi mereka harus menjadi enteprenur (wirausahawan) atau pemimpin visioner. Jika kita ingin anak kita survive.

Masalah ketiga: Lingkungan masa depan yang makin tidak ramah
Lingkungan informasi.
Dengan berkembangnya teknologi informasi tanpa batas, maka segala informasi bisa diterima anak-anak kita yang baik maupun yang buruk (pornografi, dsb).
Kita harus menyiapkan anak- kita menjadi anak yang imun, bukan steril, karena sulit sekali menghindari pengarus keterbukaan.

Lingkungan alam
Di masa depan lingkungan alam mungkin juga tidak ramah.
Dulu kita sering diajarkan bahwa Jepang adalah negara gempa padahal ternyata gempa di Indonesia jauh lebih sering terjadi di Indonesia.
Sebagian besar bangunan di Jakarta tidak disiapkan untuk menghadapi gempa di atas 7-8 skala richter. Artinya kalau ada gempa sekelas Aceh yang mencapai 9 skala ricter bisa banyak bangunan hancur.
Kenapa ini terjadi? Karena dulu dibangun tidak dengan visi jangka panjang kemungkinan terburuk.
Memang dulu jarang sekali ada gempa di atas 8 skala richter tapi setelah Aceh, terjadi juga gempa besar di Nias, Padang bahkan ke Jogja.
Karena itu kita harus sadar alam semakin tidak ramah.
Anak-anak kita harus punya penghasilan besar untuk memenuhi standar alam yang semakin tidak ramah ini.

Global Warming
Akibat global warming diperkirakan tinggi laut bertambah setiap tahun. Diperkirakan sedikitnya 2000 pulau kecil di kepulauan Indonesia mungkin akan hilang sebelum tahun 2030 dan hal ini diperparah sebagai konsekuensi penambangan liar dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Indonesia hingga saat ini telah kehilangan sedikitnya 24 dari 17.500 pulau-pulau di wilayahnya.

Lingkungan Politik dan Ekonomi
Sekarang kekuatan ekonomi bergeser ke Cina, bahkan Rusia.
Dua negera yang punya kekuatan militer dan ekonomi yang kuat.
Berbeda dengan Amerika yang penduduknya heterogen (plural) sehingga sulit untuk ekspansi, kekuatan baru Cina cukup mengkhawatirkan.
Berkali-kali Cina menjamin kekuatannya adalah kekuatan damai, tapi dengan tetap memegang ideologi komunisme.
Bagaimana 20 tahun ke depan ketika kekuatannya makin membesar?
Apakah Anda ingin anak-anak mengekor dan belajar bahasa Mandarin,
atau menyiapkan anak-anak yang siap bersaing dengan kemajuan Cina?

Masalah keempat:
Memprediksi pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan untuk masa depan.
Di masa depan mungkin penerjemah makin sedikit dibutuhkan karena software translator akan canggih. Tapi semua anak harus bisa bahasa Inggris karena hampir semua bahasa internet ada di sana.
Di masa depan mungkin banyak dibutuhkan pekerjaan berkaitan dengan IT
Di masa depan mungkin...
Coba pikirkan apa? Sehingga kita tidak salah menyiapkan anak-anak kita.

Intinya kita harus memprediksi masa depan untuk menyiapkan anak-anak kita.
Lalu dengan No Excuse! kita harus persiapkan anak-kita dengan bekal terbaik.
Sebagai orang tua, Anda mungkin sibuk, cari duit saja susah, waktu terbatas,
tapi tetap No Excuse! Anda harus persiapkan yang terbaik untuk anak-anak.

Semoga kita semua bisa membangun Sakinah Family #No Excuse!

*****

Jangan lewatkan!
Seminar Workshop Spektakuler 3 ini 1
Sesi 1: "No Excuse! for Family",
Membangun keluarga kuat mental dan spiritual dengan spirit No Excuse!
Instruktur: Isa Alamsyah
Sesi 2: "Think Dinar for Strong Family"
Membangun keluarga kuat finansial dengan konsep Think Dinar!
Instruktur: Endy J. Kurniawan
Sesi 3: "The power of Sakinah Family"
Membangun keluarga harmonis dengan spirit "Sakinah Bersamamu"
Instruktur: Asma Nadia
Paket terlengkap dan termurah
http://on.fb.me/Workshop_Sakinah_NoExcuse_Dinar

Acara : 26 Februari 2011
Pukul : 09.00 - 17.00
Tempat: Jakarta Design Center Slipi Jakbar
Rp 250.000 untuk pendaftaran sebelum 15 Feb,
Harga Normal Rp 300.000 setelah tanggal 15 feb
(Untuk suami istri berdua Rp 400.000 berlaku sekalipun bukan 20 orang pertama)
Tempat terbatas. Info Roonie: 081282210742

******

Paket Pebruari buku "Rumah Tanpa Jendela" serba diskon 25% lihat
www.facebook.com/asmanadia.penulis
PESAN BUKU ONLINE
Hub : Lemon : 087885273530 (XL), Roonie: 081282210742
Dedi: 085711946854 (IM3) - Hub salah satu nomor saja

*****

Jadikan diri Anda sebagai salah satu pintu ilmu dan inspirasi bagi rekan-rekan Anda.
Ajak rekan-rekan bergabung di Komunitas Bisa! (group 8)
CARAnya:
1. Masuk ke group http://on.fb.me/Bisa8
2. Klik "Kirim Undangan - invite" lalu klik foto teman-teman
3. Klik "Bagikan+ (Share)" agar Grup ini muncul di Dinding Anda
4. Dengan mengajak semua orang yang anda kenal dan mengenal anda maka anda telah menjadi pintu ilmu dan inspirasi

Selalu Ada Sisi Positif dari Kegagalan

Selalu Ada Sisi Positif dari Kegagalan


Selalu Ada Sisi Positif dari Kegagalan
Isa Alamsyah

Semua orang pasti pernah gagal.
Lalu apa yang membedakan orang sukses dengan yang tidak?
Orang-orang sukses adalah orang yang bisa mengambil sebanyak mungkin sisi positif dari sebuah kegagalan.
Orang-orang sukses melihat hambatan sebagai tantangan, yang bisa memperkuat jati dirinya.
Thomas Alva Edison menganggap ribuan percobaan yang dialaminya hanya sebagai sebuah proses, bukan kegagalan. Demikian juga Abraham Lincoln, Michael Jordan, dll.

"Kegagalan bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan Anda. Dia mempunyai rencana yang lebih baik."
Dr. Robert Schuller

"Jika suatu hal gagal meskipun telah direncanakan dengan hati-hati, diatur dengan hati-hati, dan dilaksanakan dengan kesadaran penuh, kegagalan itu seringkali memperlihatkan sesuatu yang tidak terlihat, yaitu kesempatan."
Peter Drucker

“Saya tidak pernah gagal dalam ujian, saya hanya menemukan 100 cara yang salah."
Benjamin Franklin

Gagal terkadang memberikan sesuatu yang lebih baik
Dalam beberapa kasus, bahkan kegagalan justru memberikan hasil yang lebih baik.
Lihat kisah Christopher Columbus, penjelajah Spanyol yang mengarungi samudera menuju India ternyata nyasar ke Amerika. Dari kegagalan ini justru Eropa mengenal benua baru dan tercipta sejarah baru yang pengaruhnya kita rasakan hingga saat ini.

Mungkin kisah Frank Slazak ini akan memberi Anda inspirasi:
Frank Slazak mempunyai mimpi terbang keluar angkasa. Tetapi ia tidak memiliki apa yang dibutuhkan. Ia tidak memiliki gelar, dan bukan seorang pilot.
Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan pesawat ulang-alik dan warga itu adalah seorang guru. Frank adalah warga biasa dan seorang guru. Hari itu juga ia mengirimkan surat lamaran ke Washington.
Setiap hari ia melongok kotak pos, sampai akhirnya amplop resmi berlogo NASA datang. Doanya terkabulkan!
Ia lolos penyisihan pertama. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impiannya semakin dekat. Frank menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini ia menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih!
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih seorang guru perempuan untuk terbang dengan pesawat ulang alik. Impian hidupnya hancur. Ia mengalami depresi. Rasa percaya dirinya lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaan.
Selasa, 28 Januari 1986, Frank pergi melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, ia menantang impiannya untuk terakhir kali.
"Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?" doa Salazak.
Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaannya dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Artikel ini dikutip dari buku "Jangan Takut Gagal" halaman: 41 dan 43 pada bahasan
konsep ke-4 Tentang kegagalan.
Buku ini membahas "9 Konsep Kegagalan yang akan menginsipirasi Anda untuk sukses untuk meraih sukses sekalipun menghadapi berbagai kegagalan"

Buku ini dijual dalam paket berjudul "Dendam Positif" tersedia di toko buku Gramedia, Gunung Agung dan Togamas

Paket Penjualan:
Buku motivasi ringan ini dijual dalam 1 paket dengan judul paket "Dendam Positif" karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia.
Dalam satu paket ada 5 buku, yaitu (silakan diklik untuk tahu detail bukunya):

Apa komentar yang sudah membaca buku ini?

Firdaus, Depok :
Saya pernah baca buku lain tentang gagal, tetapi buku JANGAN TAKUT GAGAL ini jauh lebih baik daripada buku lain (tentang gagal) yang pernah saya baca.

Iis, Surabaya:
Buku ini praktis dan langsung kena sasaran, semangat saya bangkit kembali setelah baca buku ini.

Qadar (Bogor) :
Subhanallah. Allahu Akbar. Saya bingung harus bagaimana membangkitkan kembali semangat grup. Ternyata mudah dan murah. Saya pinjami buku Jangan Takut Gagal. Dasyat. Impian dan sikap mereka makin terjaga dan makin bergemuruh. Alhamdulillah perkembangan grup makin positif.

Budi Susilo, Lampung
Aku adalah penggemar seri paradigma. Ketika aku baru dapat buku Jangan Takut Gagal, tak baca ulang sampai 4 kali di hari itu, kemudian aku cari di toko buku ada sisa 4 buku tak beli semua, dan aku prioritaskan buku ini jadi bacaan wajib di group kami

Semoga juga bermanfaat untuk Anda.