3 Kunci Sukses Marketer Terungkap di MarkPlus Conference 2011

Salah satu anggota Komunitas Bisa! mengirim posting yang insya Allah bermanfaat buat Anda semua.

Sekalipun tema utamanya marketing, saya yakin Anda bisa memanfaatkan informasi ini untuk kepentingan lain.

Silakan simak artikelnya.

3 Kunci Sukses Marketer Terungkap di MarkPlus Conference 2011

oleh Yoga Rokhmana http://www.facebook.com/yogabos

(Chief Marketing Officer Boneka Horta), Universitas Indonesia. Member of Campus Marketeers Club.

“Kuasai tiga komunitas ini maka perusahaan anda akan menguasai pasar!”

Mungkin itu yang ingin diungkapkan oleh Hermawan Kartajaya kepada ribuan marketer yang berkumpul dalam acara MarkPlus Conference 2011 pada tanggal 16 Desember 2010 lalu. Acara yang bertempat di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta menjadi arena pemanasan bagi para marketeers untuk siap berperang di tahun 2011. Rasanya sudah menjadi agenda wajib para marketer tiap tahunnya menghadiri acara ini, salah satunya saya yang setengah mati memperjuangkan untuk bisa menghadiri acara ini walau tiket sudah sold out. Bagi Anda yang tidak bisa hadir jangan khawatir sesaat lagi Anda pun akan mengetahuinya. Keep Reading..

Kunci sukses yang pertama adalah komunitas anak muda (Youth) yang berhasil menggeser komunitas senior. Anak muda terbukti responsif terhadap perubahan yang terjadi. Mereka senantiasa terbuka terhadap pasar dan cenderung tidak banyak mikir, berbeda dengan komunitas senior yang cenderung tertutup dan kebanyakan mikir. Kaum muda pun menjadi akar kuat terhadap terciptanya Brand Equity (ekuitas merek) produk karena anak muda memiliki perjalanan konsumsi yang panjang.

Kedua adalah komunitas wanita (Women) yang mengalahkan pengaruh kaum pria di pasar. Wanita lebih berperan aktif terhadap keputusan membeli dibanding kaum pria. Kaum wanita lebih terbuka dikontrol emosi dalam membeli dibandingkan pria yang lebih tertutup. Selain itu keuangan pun wanita memegang peranan yang kuat. ” Wanita bilang ke suaminya : Uangku uangku, uangmu uangku juga” begitulah lelucun yang terlempar dalam acara itu menunjukkan dominasi keuangan dipegang kuat oleh wanita. Ditambah lagi karakter wanita yang suka memikirkan orang lain dalam berbelanja, bisa jadi keluarga dan temannya akan menjadi konsumen bayangan yang sekaligus bisa diraih. Tak perlu diragukan lagi, dapatkan wanita sebanyak-banyaknya..

Ketiga, yang menurut saya merupakan terobosan terhebat, adalah komunitas netizen (pengguna internet) yang pengaruhnya sangat dahsyat terhadap perkembangan pasar produk kita. Komunitas netizen bahkan dianggap lebih berpengaruh dibanding citizen. Netizen vs citizen bagaikan pertarungan online vs offline yang secara dampak netizen atau online lah yang tampil sebagai pemenang. Bayangkan saja pernyataan netizen bisa mempengaruhi jutaan orang dibanding citizen yang lebih terbatas jangkauan informasinya. Pun penyebaran informasi secara online sangat cepat dan mampu menjangkau seluruh pelosok Nusantara. Bahkan saya sudah membuktikan di tahun 2010 omzet meningkat sampai 300% berkat aktivitas online kami dominan. Tentunya perkembangan netizen yang begitu cepat seiring pembangunan digital negeri ini akan menambah kekuatan netizen semakin besar di tahun 2011.

Tunggu apa lagi, sudah saatnya bersiap melakukan terobosan di tahun 2011. Kunci sukses sebagai marketer sudah di tangan Anda. Jangan sampai didahuli pesaing kita. Semangat para marketer!!..

http://blog.the-marketeers.com/archives/3-kunci-sukses-marketer-terungkap-di-markplus-conference-2011.html

Movietivasi: Gulliver's Travels

Movietivasi: Gulliver's Travels



Movietivasi: Gulliver's Travels
Isa Alamsyah
Kisah Gulliver yang terdampar di negeri liliput mungkin bukan kisah yang asing lagi.
Wajar saja karena buku novel Gulliver's Travels sudah ada sejak tahun 1726 dan selama berabad abad di-republish dan dibaca ulang serta diceritakan dari generasi ke generasi.
Sedikit berbeda dengan versi buku klasiknya, film Gulliver's Travels baru beredar awal tahun 2011 ini, akan mengangkat kisah Gulliver versi lama yang telah di kombinasi dengan kehidupan modern.
Di kisah film Gulliver Travel ini, Gulliver digambarkan sebagai petugas kurir di kantor yang selama bertahun tahun hanya mempunyai posisi seperti itu saja. Posisi terbawah. Sepanjang waktu, kerjanya hanya bermain dan menikmati kehidupan seperti anak kecil.
Sampai suatu ketika ia terdampar di negeri liliput dan menjadi orang yang paling berkuasa.
Apakah ia akan menjadi penguasa yang buruk?Apakah ada yang bisa mengalahkannya?Apakah ia mau kembali ke dunianya atau betah justru di negeri liliput.
Bagaimana kelanjutannya, silahkan saksikan sendiri filmnya.
Film yang dibintangi Jack Black sebagai Gulliver ini disajikan dengan gaya komedi yang sangat menghibur siapa saja.
Pada beberapa scene ide-ide humornya cukup liar (dalam arti positif - mirip seperti gaya Jack Black di School of Rock), dan sekalipun beberapa humor bersifat slapstick, tapi tetap menghibur, terutama buat anak-anak.
Pokoknya gak nyesel deh nonton film ini.
Yang lebih menarik lagi, sebagaimana sebagian besar film anak-anak, film ini juga punya selipan pesan.
Dari film ini kita bisa belajar tentang:Jangan takut bermimpi!
Konsep badan besar dan jiwa besar.
Cinta sejati atau cinta karena materi,
Konsep perang dan damai, dll.
Jika Anda menonton film ini bersama anak-anak,
mungkin bisa dijadikan momen ini sekaligus sebagai bahan diskusi motivasi atau pemberdayaan anak.Tanyakan mereka apa hilkmah fim ini, dan bahas bersama mereka.
(Lakukan juga untuk semua film yang ditonton bersama keluarga).
Film ini sekaligus bagus buat pembelajaran buat sineas kita,
bagaimana mengangkat sebuah film klasik menjadi tontonan modern.
Indonesia juga punya banyak kisah klasik yang layak naik layar lebar,
tapi tantangannya seberapa kreatif kita bisa mengangkat itu
menjadi tontonan yang menarik, menghibur sekaligus mendidik.
Saya dan Adam memberi rate film ini sangat bagus, sedangkan Asma Nadia dan Salsa memberi rate film ini bagus.
Bagaimana menrurt Anda?
(NB: Untuk materi resensi film di komunitas bisa!, saya menyebut dengan istilah baru Movietivasi: Movie yang bisa memberi inspirasi dan motivasi)
Sudahkan Anda membuat target yang jelas untuk tahun 2011?

Artikel ini pernah dikirim tepat tahun baru lalu, dan tetap saja kontekstual untuk renungan tahun ini.

Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun 2011.

Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis?

Kalau cuma sekedar "Saya ingin tahun 2011, lebih baik" wah, maaf itu "OMONG KOSONG"

Kita harus membuat rencara tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!

Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya :

1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya :

Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir!

Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!

Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat!

Aset : Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!

Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.

Keagamaan : Saya ingin iman meningkat

Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik

Catatan : Kalau perlu rencana jangka panjang. Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.

Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000. Lalu ia pikir, kenapa tidak coba

US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta.

Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.

Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya "One day I will be there" dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.

2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih "SAMA AJA BOHONG", juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.

Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?).

Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?).

Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja?

atau dari penghasilan lain?)

Aset : Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?) Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?

Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )

Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)

Keagamaan : Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)

Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)

3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target

Rencana cuma dua " Membuat Rencana GAGAL" atau "Gagal membuat rencana"

Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.

Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kita

Salah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.

Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.

Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harsu dicapai

Setiap satu menit harus berapa.

Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.

Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya.

Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.

Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?

Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)

Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?)

Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)

Aset: Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)

Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)

Keagamaan: Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)

Kepribadian: Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)

Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.

Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.
Belajar Kehidupan dari Final AFF 2010

Belajar Kehidupan dari Final AFF 2010

Isa Alamsyah (http://www.kompasiana.com/isaalamsyah)

Sekalipun sejatinya penyelenggaraan Final AFF adalah final sepak bola,

tapi ternyata banyak pelajaran kehidupan yang bisa diambil dari event besar level Asia Tenggara ini.

Saya merefleksikannya dari dua tempat nonton bareng yang saya ikuti.

Kebetulan babak pertama nonton di teater Daun Fakultas Ilmu Budaya Univesitas Indonesia, karena habis nonton Acapella Gradasi tampil di sana, dan babak kedua pindah nonbar ke mal daerah Depok karena ada janji nonbar juga dengan yang lain.

Pelajaran Pertama: Kepentingan pribadi atau bangsa

Ada peristiwa menarik yang saya lihat ketika gawang Indonesia kebobolan.

Bayangkan saja, selama puluhan menit belasan kali Indonesia mencoba membobol gawang dan tidak masuk-masuk,

ternyata Malaysia melakukan serangan balasan dan menjebol gawang Indonesia.

Tentu saja sontak penonton Indonesia lemas, kaget dan berteriak.

Tapi di antara penonton saya melihat ada yang bergembira dan mengatakan "YES"

Dia sangat senang melihat gawang Indonesia kebobolan, sampai saya bertanya dalam hati, ini orang Malaysia apa?Lalu saya mendekat hendak tahu, kenapa orang ini bergembira ketika Indonesia kebobolan.

Dari mulutnya tanpa sengaja saya dengar kalimat:

"Wah gue menang taruhan Rp 200.000, dari awal gue tahu Malaysia bakal menang," katanya tersenyum bahagia.

Gila!, di saat begitu banyak anak bangsa yang mendukung rekan sebangsa berjuang di lapangan hijau,

ternyata ada orang macam begini. Hanya demi uang Rp 200.000 dia rela mengkhianati spirit perjuangan, kebersamaan dan penghargaan atas kerja keras timnas kita.

Tapi saat itu juga saya jadi ingat, bahwa ini adalah masalah bangsa kita sejak lama.

Kenapa korupsi meraja lela? Ya alasan sama, kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.

Demi uang Rp 1 miliyar masuk ke kantong pribadi, banyak oknum yang rela menjual aset triliunan bangsa ke pihak lain.

Toh yang rugi bukan dia.

Bahkan dalam politik adu domba dan memecah bela sejak era penjajahan, Belanda berhasil bercokol lama, karena di masa lalu banyak pemimpin yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kekuasaan yang dijamin Belanda, daripada kepentingan rakyat.

Tugas kita, mempersedikit oknum seperti ini, dan jangan percaya oknum seperti ini untuk memegang amanah.

Jadi pilihlah wakilmu dengan bijaksana.

Pelajaran Kedua: Mudahnya Menilai dan Menghakimi

Ketika pinalti gagal, ketika ada bola yang terlepas, ketika ada operan yang meleset, tidak jarang kita mendengar umpatan:"Bego!"..."Tolol..." Gimana sih, "oper ke sana dong..."

Padahal orang yang berteriak seperti itu bisa main bola pun belum tentu.

Tapi dengan mudah menghakimi pemain timnas yang sudah dengan susah payah dan full energi berjuang.

Itu suara yang saya dengar ketika menonton di mal (itupun hanya segelintir orang saja saja).

Dalam kehidupan bangsa kita saat ini juga seperti itu.Kadang kita sumpah serapah ke politisi atau pemimpin tapi kita juga tidak mau memberikan kontribusi.

Kita memilih calon anggota parleman tanpa mempertimbangkan dengan matang siapa yang kita pilih.

Kadang dengan mudah kita bilang semua poilitsi busuk akhirnya kita tidak bisa melihat ada segelintir orang baik yang harusnya dipilih. Akibatnya pilih sembarangan atau tidak memilih sama sekali.

Ada orang tua bilang guru ini tidak becus mengajar, sekolah ini tidak becus mendidik padahal di rumah ia tidak mengajar anak-anaknya dengan baik.

Memang lebih mudah menilai daripada melakukannya.

Pelajaran Ketiga: Memahami jati diri

Dari dua tempat berbeda saya menemukan dua karakter supporter yang berbeda.

Di satu tempat (kebetulan saat itu nonton di Kafe Daun Fakultas Ilmu Budaya UI), saya melihat suporter yang membela Indonesia mati-matian tapi tidak keluar sumpah serapah ketika timnas melakukan kesalahan, di tempat lain (di salah satu mal) saya menemukan suporter yang juga membela Indonesia mati-matian tapi sumpah serapah terucap ketika timnas melakukan kesalahan.

Dari situ saya bisa melihat jenis suporter Indonesia yang sedikit banyaknya juga mewakili tipikal bangsa Indonesia.

Ternyata suporter kita terbagi dua supporter emosional VS supporter intelektual atau bisa disebut supporter karbitan VS suporter matang.

Supporter emosional atau karbitan hanya mau melihat seperti apa yang diinginkan dan melihat hasil seperti yang diinginkan secara instan. Karena itu tidak jarang supporter ini menghardik tim yang didukung jika tidak memuaskan, bahkan tak jarang karena marah mereka meluapkan emosinya dengan anarkis.

Untung saja di final AFF 2010 ini tidak terjadi peristiwa anarkis yang parah, sekalipun Indonesia tidak berhasil menjuarainya.

Cara mendukung yang brutal seringkali justru menodai tim yang didukungnya.

Tapi di masa lalu sering tak jarang kita lihat supporter justru merusak stadionnya sendiri.

Supporter jenis ini pula yang rela mencurangi tim lawan agar timnya menang.

Supporter seperti ini tidak menjadikan tim yang didukung sebagai bagian integral dalam dirinya, sehingga mereka hanya bersama ketika suka dan meninggalkan mereka ketika duka.

Supporter matang atau intelaktual, menjadikan tim yang didukung sebagai bagian dirinya.

Mereka tetap mendukung dalam suka dan duka. Kalau kalah mereka kecewa tapi mereka juga sadar anggota timnas juga tidak mau kalah. Mereka bisa menerima kekalahan dengan sportif. Apalagi kalau tim yang didukung sudah menunjukkan usaha terbaik. Mereka tahu kapan harus berbicara dan bagaimana menyampaikannya.

Alhamdulillah sekarang lebih bayak supporter jenis ini di Indonesia. Setidaknya di AFF 2010 ini.

Kita bisa lihat status dan keomentar mereka di facebook atau twirtter, dan juga di pemberitaan.

Kami tetap bangga!Bagiku kami tetap menang,

Kalian tetap pemenang di hatiku!Dan status sejenis.

Kalau saja bangsa kita bisa tetap bekerja sama sebagai satu tim untuk kemajuan bangsa, bukan saja di sepak bola, kita akan jadi bangsa besar di bidang apapun.

Pelajaran Keempat: Pentingnya Antisipasi

Dulu sering kita dengar istilah "Kalau udah kejadian baru bertindak"Alhamdulillah kali ini aparat lebih siaga dalam mengantisipasi.

Jumlah aparat, panser, semua disiapkan.

Ini langkah bagus. Hope for the best prepare for the worst.

Kita menyadari bagaimanapun emosi supporter sangat membara ketika kita dikalahkan di Malaysia.

Apalagi kekalahannya itu diwarnai oleh keyakinan adanya kecurangan dalam proses.

Karena itu tindakan antisipasi maksimal menjadi sangat penting.

Dan langkah antispasi ini juga salah satu kunci sukses penyelenggaraan final yang aman.

Karena langkah antisipasi ini juga membuat orang yang berniat buruk jadi berhati hati.

Semoga saja ini menjadi pelajaran berharga bukan saja di final AFF tapi dalam kehidupan bangsa selanjutnya.

Sehingga tidak terjadi seperti apa yang pernah terjadi sebelumnya, seperti:

Situgintung bendungannya sudah retak tidak diantisipasi jadi banjir bandang.

Ilegal logging tidak diantisipasi jadi erosi dan tanah longsor, dll.

Pelajaran Kelima: Pentingnya Memanfaatkan Momentum

Kali ini saya akan bahas dari sudut pandang bisnis dan kehidupan.

Ada perbedaan mencolok ketika saya menonton bareng di mal.

Di tempat saya nonton bareng, fastfood restoran berinitial KF, ada ratusan orang berkumpul hitungan kasar sekitar 200 s.d. 300-an orang.

Hanya 30 meter dari situ, ada fastfood MD yang kosong melompong. Hanya 1 pengunjung.

Kenapa? Karena di sana tidak ada TV.Apa artinya?Restoran MD itu tidak memanfaat kan momentum jadi sepi, sedangkan restoran satunya lagi memanfaatkan momentum dengan menyediakan TV besar.

Padahal modal televisi tersebut hanya dalam satu malam sudah bisa balik modal.

Banyak juga yang berhasil memanfaatkan momentum dengan jual kaos timnas.

Orang sukses adalah orang yang pandai mengambil momentum.

Kejuaraan FFA ini adalah momentum yang bagus untuk meningkatkan rasa kebangsaan.

Dalam kehidupan keluarga, kalau ada fim bagus untuk anak di bioskop jadikan momentum untuk acara keluarga

lalu kita bisa diskiusi isi film tersebut dengan anak-anak.

Kalau ada acara TV bagus jadikan momentum untuk nonton bersama jadi ada edukasinya.

Itulah sedikit catatan yang muncul dibenak saka setelah menyaksikan final AFF 2010

Semoga bermanfaat.

Menguji kedewasaan bangsa Indonesia

Menguji kedewasaan bangsa Indonesia

Isa Alamsyah dan Agung Pribadi (http://on.fb.me/AgungPribadi)

Masih ingat serangan Korea Utara ke Korea Selatan beberapa hari lalu?

Bagaimana menurut Anda?

Mereka satu bangsa, berbahasa sama, di antara mereka bahkan satu keluarga,

kini terpisah dan bermusuhan, bahkan status hubungan antara mereka adalah status perang dalam keadaaan genjatan senjata.

Kenapa mereka bermusuhan?

Ternyata mereka hanya korban dari perang dingin.

Mereka korban perebutan antara pengaruh Amerika dan Komunis Uni Soviet (Rusia) di masa lalu.

Kini komunis Rusia sudah hancur dan mempunyai hubungan cukup baik dengan Amerika.

Tapi Korea Selatan dan Utara tetap bersitegang akibat sisa pertarungan masa lalu.

Tentu saja bagi Korea Selatan yang sudah moderat kembali bersatu adalah impian,

tapi dokrin di Korea Uatara nampaknya masih begitu melekat.

Korea Selatan seperti musuh bebuyutan, padahal dulu mereka satu bangsa dan satu keluarga.

Mereka korban politik di masa lalu.

Ada lagi korban politik di masa lalu.

Jerman barat dan Jerman Timur.

Negeri itu dipisah dengan tembok besar dan panjang.

Ribuan orang mati di Jerman Timur karena berusaha menyeberang ke Jerman Barat.

Bayangkan saja, orang yang dahulu tetangga berjarak 300 meter tiba tiba jadi warga negara yang berbeda

dan menjadi musuh negara karena dipisahkan tembok tersebut.

Ada nenek terpisah dari cucunya, ada sepupu yang terpisah dan berbagai peristiwa memiliukan lainnya yang semua terjadi karena mereka jadi korban kekuatan politik masa lalu.

Sebagai negara kalah perang Jerman dipecah jadi dua wilayah,

satu di timur di bawah kekuasaan komunis Sovyet dan satu di bawah pengaruh Amerika.

Mereka korban politik di masa lalu, untung sahja mereka sudah bersatu.

Tapi sadarkah, kita juga menjadi korban politik masa lalu.Lihat saja Indonesia dan Malaysia.

Jika diperhatikan bahasa, dan rumpunnya, sebenarnya kita satu keluarga besar.

Satu-satunya alasan kenapa Indonesia dan Malaysia beda negara adalah karena kita dijajah Belanda

dan Malaysia dijajah Inggris.

Di masa lalu terutama diperbatasan kalimantan, dan kepulauan riau,

banyak saudara dan kerabat yang tinggal bersebrangan.

Tetapi karena proses penjajahan ratusan tahun membuat kedua bangsa ini terpisah,

bahkan lupa akar sejarah bahwa mereka bersaudara.

Jadi kalau kita merasa Malaysia mencuri ide dan budaya Indonesia, tidak sepenuhnya benar demikian.

Karena ada akar budaya Indonesia juga di Malaysia, dan sebaliknya.

Kedua bangsa ini bisa sama-sama berhak mengklaim.

Bahkan bahasa Indonesia saja adalah akarnya bahasa Melayu atau Malay,

lalu apakah Malaysia lebih berhak mengklaim bahasa tersebut, tentu saja tidak.Kita sama-sama punya hak. Nah kalau kita punya hak atas bahasa Melayu,

dalam beberapa kasus Malaysia juga punya hak mengkalim budaya tertentu karena

ada juga generasi yang sama yang hidup di sana.

Saya yakin banyak yang tidak setuju, karena kita sudah terkotak dalam katagori musuh bebuyutan

Silakan baca catatan Des Alwi:

Perlu disadari bahwa banyak pihak berpandangan negatif terhadap Malaysia karena kurangnya informasi yang lengkap dan utuh. Berdasarkan sejarah, Indonesia-Malaysia dahulu satu kesatuan. Hanya saja, karena dijajah Inggris dan Belanda menjadi terpisah. Dalam masalah budaya tentu bisa saja muncul persamaan budaya dua negara.

Misalnya polemik tentang lagu nasional Malaysia Terang Bulan yang dikatakan sebagai lagu asli Indonesia. Lagu itu sudah ada sejak Sultan Negara Bagian Perak pergi ke Inggris pada 1912. Ketika itu saya dikirim Pemerintah RI ke Hawaii untuk mencari informasi terkait lagu tersebut. Lagu itu ternyata bukan lagu dari Indonesia atau Malaysia tetapi dari Hawaii.

Di tahun 1912, pemerintah Hindia Belanda mempersiapkan Perang Dunia I, sehingga situasi di Hindia Belanda kacau balau. Masyarakat Jawa yang dipekerjakan di perkebunan Sumatra pun melakukan pemogokan besar-besaran, akibat tidak tahan kekejaman pemerintah Belanda. Mereka ingin kembali ke Jawa

Saat itulah Sultan Johor, yang berdarah Jawa, meminta agar masyarakat Jawa tidak perlu kembali ke Jawa tetapi ke Semenanjung Melayu. Masuknya tenaga kerja asal Jawa ke Malaysia itu merupakan eksodus terbesar di Johor. Sebagai konsekuensi eksodus, berbagai macam budaya Jawa ikut terbawa. Bahkan di Jahor ada nama perkampungan Ponorogo.

Catatan singkat Des Alwi ini menunjukkan banyaknya permasalahan yang muncul karena kita tidak tahu sejarah secara lengkap.

Bahkan kalau kita kaji sejarah "Ganyang Malaysia" di masa lalu, itu juga tidak terlepas dari perseteruan politik di masa lalu, bukan murni perseteruan antar anak bangsa.

Kenapa Indonesia di masa Soekarno mendeklarasikan "Ganyang Malaysia"Karena saat itu Inggris ingin memberikan kemerdekaan pada Malaysia.

Saat itu Partai Komunis Malaysia merasa kalau Inggris memberikan kemerdekaan

maka Malaysia akan menjadi boneka Inggris.

Di satu sisi Partai Komunis Malaysia ingin tampil sebagai pahlawan pembebas Malaysia dari penjajahan.

Karena kebetulan Partai Komunis Indonesia punya lobi kuat ke pemerintahan Soekarno, maka jadilah program "Ganyang Malaysia" tersebut.

Jadi konfrontasi Indonesia Malaysia itu sama saja dengan apa yang terjadi di Korea Utara dan Selatan, Jerman Barat dan Timur, tidak lebih dari percikan pengaruh komunisme di dunia.

Intinya, tidak ada itu yang namanya musuh bebuyutan antara Indonesia dan Malaysia.

Mungkin ada yang masih protes:

Malaysia kejam terhadap TKI. Well yang jahat dengan TKI bukan cuma Malaysia (itupun oknum), di timur tengah juga ada (itupun oknum), bahkan yang paling jahat justru Bangsa Indonesia sendiri (itupun oknum).

Banyak yang mengirim TKI tanpa perlindungan, para makelar mengambil untung banyak padahal TKI dapatnya sedikit.akhirnya pihak pemakai jasa merasa sudah membayar mahal. TKI yang pulang bawa hasil kerja tahunan dibius penjahat dan uangnya diambil, dan banyak hal lain.

Kalau kita membenci Malaysia lebih dari yang lain, tidak lain karena kita korban politik masa lalu,

dan karena merasa mereka adalah musuh bebuyutan. Which is wrong.

Banyak yang lebih jahat terhadap Indonesia.

Ada bangsa yang mengeruk emas di Indonesia, bangsa yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dengan perjanjian menekan dan membiarkan kita dalam kebodohan. Ada bangsa yang menjerat kita dalam hutang padahal mereka tahu solusi lain yang bisa menolong Indonesia dengan memberdayakan SDM dan kekayaan alam.

Saya tidak perlu sebutkan bangsa apa itu, mudah sekali mencari datanya.

Tapi sekali lagi, tidak mungkin bangsa kita bisa diperdaya tanpa ada anak bangsa yang berkhianat dengan korupsi, dengan nepotisma dan kemalasan.

Intinya apa? Tidak perlu bermusuhan dengan bangsa lain, perlu juga memperbaiki diri.

Kita harus sadar bahwa dunia ini begitu luas.

Di dunia ini ada yang namanya persaudaraaan universal antar manusia.

Ada ukuhuwah Islamiah, persaudaraan antar umat beragama.

Ada persaudaraan antar bangsa.Jadi jangan mau kita terpecah belah hanya karena masalah kecil,

hanya karena permusuhan yang sebenarnya tidak ada.

Kedewaaan kita di uji.

Tidak perlu ada perpecahan atau permusuhan.

Saat ini dunia trennya justru sedang menyatu

Eropa kini menyatu dengan Uni Eropa bahkan mata uangnya jadi satu.

Kini mata uang Uni Eropa juga menjadi mata uang di Eropa Timur.

ASEAN bahakan ke depan bisa menyatu mata uangnya menjadi mata uang ASEAN.

Jadi dunia sedang dirancang ke arah lebih baik, tapi banyak yang masih terpaku pada masa lalu.

Garuda di dadaku!

Kita harus cinta negeri ini.Kita harus bangkitkan negeri ini.

Tapi tidak perlu menciptakan musuh untuk bersatu.

Dunia yang damai tetap lebih baik

Hati yang damai tetap lebih tentram.

Reformasi Pendidikan: Menganalisa ulang hukuman

Reformasi Pendidikan: Menganalisa ulang hukuman

Isa Alamsyah

Disiplin adalah salah satu sikap penting yang harus ditanamkan dalam pendidikan baik di sekolah maupun di rumah.

Hukuman, adalah satu satu unsur penting dalam pendidikan disiplin.Dengan hukuman anak atau siswa akan tahu konsep reward and punishment, sesuatu yang pasti akan dihadapi anak atau siswa di masa depan.

Jadi saya anggap semua setuju bahwa anak dan siswa harus dididik disiplin

dan ada konsep hukuman sebagai konsekwensi.

Sampai di sini tidak ada masalah.

Tapi sayangnya, bentuk hukuman dan gaya disiplin ini yang perlu diperbaiki.

Berikut ini adalah catatan penerapan disiplin dan hukuman yang justru merusak tujuan mulia pendidikan.

Kesalahan pertama: Menghukum dengan memberi kerugian lebih

Ini saya masukkan ke nomor pertama karena masih berlaku hampir di semua sekolah.

Contoh 1: Kalau terlambat lebih dari 30 menit maka dihukum dengan disuruh pulang.

OK, mari kita analisa apakah ini bijak?

Pertama, kita lihat kenapa siswa tidak boleh terlambat.

Karena kalau dia terlambat akan kehilangan pelajaran penting yang diajarkan sebelum dia datang.

Nah kalau sudah kehilangan tiga puluh menit pertama justru dihukum dengan

menghilangkan kesempatan belajar sehari penuh, sama saja dengan menjerumuskan ke kerugian yang lebih parah.

Solusinya? Siswa harus dihukum dengan pulang lebih lambat dari teman-temannya minimal sesuai dengan waktu keterlambatannya, dan diberi aktivitas atau penugasan positif.

Cukup fair bukan?Ini hukuman yang biasanya diberikan di perkantoran.

Setidaknya saya sendiri kalau terlambat masuk kerja

saya akan menghukum diri dengan pulang lebih lambat tanpa lembur.

Jangan sampai orang bilang"Ini orang dateng belakanagan tapi asal pulang duluan terus!"

Contoh 2: Skorsing

Skorsing adalah bentuk hukuman karena suatu kesalahan anak tidak boleh masuk sekolah beberapa hari.

Kasus ini sama seperti kasus pertama, menghukum dengan membuat anak kehilangan kesempatan belajar.

Logikanya, justru ketika anak melakukan kesalahan mereka butuh perhatian lebih karena itu harus lebih lama di sekolah dan dibimbing lebih banyak.

Solusinya? Setelah pulang sekolah diberi tugas tambahan yang membuat mereka sadar kesalahannya dan memperbaiki diri (silakan disesuaikan dengan situasi kondisi setempat).

Kesalahan kedua: Menghukum kesalahan bidang A dengan konsekwensi bidang B

Seringkali kita menghukum anak didik dengan hukuman yang tidak berkaitan dengan kesalahannya.

Contoh 1: Misalnya ada anak hiperaktif, lalu main bola menendang bola asal-asalan akibatnya kaca pecah dan melukai siswa lain.

Padahal di sekolah ada peraturan tidak boleh main bola dengan bola blatter hanya bola plastik.Akhirnya anak tersebut dihukum dengan skorsing 1 hari.Fair tidak? tentu saja tidak.

Karena kesalahan dia tidak berkaitan dengan akademis.

Solusinya? Harusnya si anak dihukum dengan denda untuk mengganti kaca yang pecah, bahkan harus membiayai biaya dokter temannya. Itu fair. Kalau dia tidak mampu? Hukum anak tersebut dengan misalnya tugas berjualan (di kantin) dan keuntungannya atau gajinya untuk membayar biaya yang sakit.

Terlihat aneh tapi edukatif (Silakan cocokkan sendiri dengan keadaan di tempat masing-masing).

Contoh lain: Anak berkelahi di skorsing, anak tak berseragam di setrap tidak ikut pelajaran, dll.

Kesalahan ketiga: Menghukum kesalahan dengan hukuman fisik

Sekalipun hukuman fisik sudah jarang ada, di daerah tertentu masih ada yang memberlakukannya.

Hukuman fisik merupakan bentuk pelecehan atas intelektual manusia.

Di negara maju, terutama di Amerika, sekali saja ada hukuman yang bersifat fisik, menampar, memukul, menjuleg, pokoknya ada "Body Contact" maka bisa masuk katagori kriminal dan bisa dilaporkan ke polisi.

Di Indonesia juga pernah ada kasus demikian.

Di rumah sekalipun hukum fisik tidak dibenarkan.

Jadi jangan pernah menganggap kita punya hak memukul sekalipun terhadap anak atau istri sekalipun.

Kesalahan keempat: Menghukum kesalahan dengan kata-kata yang melemahkan

Kadang ketika kita melihat anak melakukan pelanggaran kita memperingati dengan keras. tentu saja ini sah,

tapi harus dipilih kata yang tepat.

Marah dengan kata-kata terbagi tiga:Pertama marah murka: marah yang memang ditujukan untuk menyakiti orang yang kita ajak bicara. Bentuknya hinaan, caci maki.

Kedua marah luapan emosi: Marah yang ini sebenarnya hanya luapan emosi dari kita, dan si obyek yang kena marah hanya jadi korbannya. Jadi tujuan sebenarnya bukan menyakiti lawan bicara, walaupun karena tidak terkontrol sering menyakitkan juga.Ketiga marah sayang atau marah untuk kebaikan: Sekalipun diucapkan keras tujuannya untuk menyelamatkan orang yang kita ajak bicara. Marah seperti ini sekalipun disampaikan dengan keras tapi kata-katanya terpilih, tidak ada hinaan atau kata-kata yang bersifat merendahkan. Dalam beberapa kasus marah sayang tetap dibutuhkan, jika cara halus tidak berhasil.

Tapi sayangnya, kadang kala orang tua dan guru karena satu dan lain hal, sekalipun ingin menyampaikan marah sayang, tapi karena emosi, yang keluar dari mulutnya justru marah luapan emosi atau menjadi caci maki.

Daripada begini mendingan diam.

"Orang kuat adalah orang yang bisa menahan marah ketika emosi" kurang lebih begitulah sabda Rasul Saw.

Demikian sedikit ulasan tentang hukuman dalam pendidikan.

Kalau ada masukan silahkan kasih komen ya.

Sedikit trik agar kita tidak terjerumus dalam hukuman yang salah, ada yang perlu diingat sebelum menghukum:1. Kenapa peraturan itu dibuat?

2. Apa tujuan peraturan itu?3. Apakah hukuman justru memperbaiki atau merusak?

4. Jangan ragu merevisi hukuman kalau evaluasi kita menganggap putusan kita salah, dan jangan malu untuk minta maaf.

Jadi berhati-hatilah dalam memberi keputusan, karena ternyata dalam berbahgai level kita seringkali bertanggug jawab sebagai hakim, pengacara dan jaksa sekaligus dalam satu waktu bersamaan.

Pada akhirnya kita harus bertanggung jawab kepada Sang Pencipta atas keputusan kita.