• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Lupa intinya, lupa yang paling penting

Posted by Isa Alamsyah at 8:41 AM
Seorang ayah kesal dengan anaknya yang selalu saja lupa membawa membawa sesuatu ketika sekolah. Kadang PR ketinggalan, kadang pulpen, kadang buku catatan, dan banyak lagi.
Akhirnya sang ayah memutuskan untuk mengawasi sang anak sebelum berangkat sekolah.
Ia memberi check list pada sang anak, berisi daftar apa saja yang harus dibawa.
"Semua sudah siap?" tanya sang ayah
"Siap!" jawab sang anak yakin.
Berangkatlah sang ayah mengantar anaknya.
Untuk meyakinkan tidak ada yang lupa, sang ayah sambil menyetir, mengulang check list sang anak yang
duduk disampingnya.
"Nak, kamu sudah masukkan PR ke dalam tas?"
"Sudah, Pak!"
"Pulpen, penggaris, busur, dan jangka siap?"
"Sudah, Pak"
"Kaos olah raga, sudah dimasukkan?"
"Sudah, Pak!"
Begitu terus sepanjang perjalanan.
Sang ayah berharap semoga saja setelah ini anaknya bisa belajar lebih disiplin.
Begitu sampai di gerbang sekolah, sang anak menengok kurisi belakang dan panik.
"Kenapa" tanya sang ayah
"Tasnya ketinggalan di rumah," jawab sang anak nyengir.

Humor dan hikmah
Seringkali kita terjebak banyak detail tapi malah lupa intinya.
Kita terjerat masalah kecil-kecil justru lupa gambaran besarnya.
Kita terjebak pada jalannya tapi lupa pada tujuannya.

Sang ayah pada kisah di atas begitu detail mengecheck semua barang yang harus dimasukkan ke dalam tas, ternyata malah tasnya yang ketinggalan. Luput dari perhatiannya.
Ada orang tua yang ingin membuat anaknya maju dan sukses, menyuruh anaknya kursus berbagai kegiatan, malah membuat anaknya stres dan trauma belajar.
Lupa intinya adalah untuk kemajuan dan kebahagiaan anak.
Ada ulama yang ingin menyatukan umat tapi malah terjebak dengan menyeragamkan pendapat malah berujung pada pertikaian. Lupa tujuan awalnya.
Karena itu jika membuat rencana, pastikan kita setia pada tujuan, dan jangan terjebak pada jalan mana yang kita tempuh, karena kalau lupa tujuan awal malah bisa berubah jadi kesalahan fatal.

Pernah mengalaminya? Ada contoh lain?


Ditulis oleh Isa Alamsyah
terinspirasi dari joke di masyarakat

0 comments :

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More