9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

Seiring dengan zaman yang semakin berkembang, begitu banyak hal sudah berubah di dalam kehidupan. Orang-orang semakin tumbuh dewasa dan menua dan kehilangan salah satu hal yang menyenangkan yaitu masa anak-anak. Dalam masa ini, ada banyak permainan tradisional yang jika diingat sangat menyenangkan.

Teknologi yang semakin canggih sekarang, sudah banyak memberikan pilihan permainan untuk anak yang semakin menarik. Aneka pilihan tersebut bisa dinikmati lewat aplikasi aplikasi game di handphone secara online. Interaksi anak dengan handphone bahkan sekarang ini sangat intens. 

Walaupun eksistensinya semakin terpinggirkan, adanya permainan tradisional masa lalu sempat memberikan warna bagi kita. Apakah siap untuk bernostalgia ke masa lalu dan mengingat-ingat kembali apa saja permainan yang begitu menyenangkan di masa itu ? dalam artikel ini akan dibahas.

Permainan Masa Kecil Yang Sangat Menyenangkan

Memang sekarang ini, anak-anak lebih sering bermain melalui handphone daripada permainan tradisional. Perubahan teknologi membuat hal ini terjadi. Adapun permainan tradisional di masa lalu yang indah dan seru dimainkan, diantaranya sebagai berikut: 

1. Congklak

Permainan tradisional ini biasanya dinamakan juga dengan dakon. Congklak sangat identik dengan permainan yang memerlukan papan dan mempunyai 2 baris menjorok ke dalam. Umumnya, papan terbuat dari plastik dan kayu. Sementara bijinya, bisa dari berbagai macam bahan mulai dari batu-batu kecil hingga cangkang kerang. 

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang yang saling berhadapan dan meletakkan satu per satu biji ke dalam lubang secara berurutan berlawanan arah jarum jam. Kalau biji tersebut habis setelah ditaruh di lubang kecil, maka pemain bisa melanjutkan dengan cara mengambilnya.

Kalau habis di lubang besar yang menjadi miliknya, juga bisa saja melanjutkan. Tapi kalau habis nya di lubang yang kecil, maka para pemain harus stop dan ambil semua biji di sisi sebelah depan. Kemudian, kalau berhenti di lobang yang kosong milik lawan, maka harus berhenti untuk berganti giliran. 

2. Petak Umpet

Petak umpet menjadi permainan tradisional yang tidak perlu bantuan alat. Siapa saja bisa mengambil bagian dengan cara menentukan siapa penjaga pertahanan supaya tidak dibobol lawan. Penjaga ini harus bertugas dan menutup mata dahulu untuk sambil menghitung. 

Disaat tersebut, teman-teman yang berbaris di belakang harus bersembunyi di tempat sekitar. Siapa yang tidak berhasil ditangkap, maka ia lolos dari tugas menjaga. Orang yang menjaga harus mencari dimana teman-temannya bersembunyi sambil menjaga benteng tersebut. Tapi, ada juga yang hanya diam saja di benteng untuk menjaganya. 

3. Lompat Tali

Permainan tradisional ini juga tidak kalah menyenangkan. Sesuai dengan namanya, dalam permainan ini media yang digunakan adalah tali karet untuk bermainnya. Karet-karet ini sebelumnya harus dijalin dahulu agar menjadi rangkaian panjang.

Ketika bermain, ada dua orang juga yang harus memegang ujung ujung tali karet di sebelah kiri dan kanan. Peserta yang ikut permainan ini, harus mampu melompati tali karet dari mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi. 

Tahap yang paling tinggi biasanya dinamakan dengan merdeka. Siapapun harus melewatinya dengan mengambil ancang-ancang yang cukup jauh supaya kemudian bisa lompat merdeka. Tentu saja permainan ini sangat seru dimainkan bukan? 

4. Galasin

Permainan galasin ada yang menamakannya juga dengan gobak sodor dan salah satu permainan tradisional masa kecil yang paling seru. Saat memainkannya, beberapa garis dibuat di tengah lapangan.

Ada dua tim yang harus memainkannya dan umumnya berisi 3 sampai 5 orang. Untuk mulai memainkannya, anggota yang giliran menjaga, harus berupaya agar tim supaya tidak dapat melewati wilayah yang dijaga tersebut. Sementara itu untuk tim lawan, harus bisa melewati semua baris sampai yang paling belakang. 

5. Gundu

Bermain gundu atau kelereng menjadi salah satu yang paling disukai di masa kecil terutama oleh anak laki-laki. Sejumlah pemain bisa ikut serta di dalamnya dengan terlebih dahulu memiliki persediaan kelereng. Untuk cara memainkannya yaitu dengan membuat lingkaran dari kapur serta meletakkan kelerengnya untuk taruhan. 

Para pemain selanjutnya berjajar di belakang garis dan secara bergantian akan melempar kelereng gacoan hingga sedekat mungkin dengan gundu taruhan pada lingkaran. Kelereng yang paling dekat dengan garis, punya kesempatan untuk bermain tetapi dulu. Namun, kalau ada yang berhasil mengenai guru taruhan maka dialah yang berhak untuk main dahulu. 

6. Permainan Bekel

Permainan nostalgia yang satu ini, paling banyak dimainkan oleh anak-anak perempuan. Untuk mulai melakukannya, harus ada bola bekel bersama bijinya yang jika zaman dahulu, umumnya terbuat dari kuningan atau plat besi. 

Dalam permainan ini, bisa diikuti hingga maksimal oleh 5 orang dan bisa mengumpulkan poin terbanyak. Aturan permainannya, yaitu dengan melemparkan bola ke atas dan kemudian memantul serta menangkap biji bekel yang ada di tanah. tentunya anda masih mengingatnya bukan?. 

7. Hayam Hayaman

Jika Anda ada di tanah Sunda, tentu tidak asing lagi dengan permainan ini. Hayam Hayaman sesuai namanya yang berarti ayam. Untuk memainkannya, bisa dilakukan dengan jumlah peserta yang banyak dan para pemain akan membuat lingkaran besar.

Kemudian, anak yang menjadi ayam akan dikejar oleh anak yang menjadi musang hingga bisa tertangkap. Dalam peraturannya, musang tidak boleh menangkap ayam kalau masuk ke lingkaran.  Kalau musang berhasil menangkap, permainan akan dimulai dari awal lagi dan peserta lainnya dipilih untuk menjadi musang dan ayam baru. Manfaat permainan ini bisa melatih ketangkasan dan keputusan. 

8. Endog-Endogan

Endog-Endogan adalah permainan yang kerap kali dilakukan anak-anak di Jawa Barat atau tanah sunda. Pengertiannya sendiri berasal dari kata 'endog' yang artinya telur. Untuk memainkannya, bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih. Memainkannya, yaitu dengan mengatur tangan yang di kepala dan ditumpuk mirip telur. 

Berikutnya, akan menyanyikan lagu bersama-sama. Kalau sampai lagu selesai, tangan yang awalnya mengepal dan ada di paling bawah, maka dibuka kepalannya. Permainan dapat diulang atau diselesaikan jika tidak ada yang mengepal lagi.

9. Enggrang

Permainan egrang ini tentu Anda juga sudah mengenalnya. Bambu menjadi media untuk mulai bermain dan memang harus latihan terlebih dahulu supaya bisa. Di bagian bawah, akan ada pijakan kaki untuk pemain. Selain untuk senang-senang, bermain egrang ini bisa melatih keseimbangan, ketangkasan, dan lain-lain. Disamping itu, bisa juga dipadukan dengan permainan yang lain. 

Permainan Indah masa kecil yang ada di atas, mungkin sampai sekarang ini ada yang masih melakukannya. Namun, mungkin tidak sesering dulu kita bisa menjumpainya, karena anak-anak sekarang lebih sering bermain di gadget. 

Berbicara mengenai  gadget, game-game yang ada didalamnya memang sangat menarik dan adiktif yah. Bahkan ada yang rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk bermain game, khususnya game online.

Untuk kita yang sudah memiliki penghasilan tetap, mungkin hal itu masih bisa di anggap biasa. Tapi kebanyakan yang bermain dan mengeluarkan uang banyak adalah mereka yang belum bekerja dan dibawah umur.

Seperti kasus-kasus yang sudah terjadi sebelumnya, dimana anak-anak membeli item game dengan menggunakan kartu kredit orang tuanya. Atau bahkan mencuri orang tuanya lalu membeli voucher game di minimarket.

Di tengah gerusan teknologi game yang sangat kencan itu, saya menemukan sebuah website game online yang sangat bagus untuk di coba, website ini menyediakan banyak sekali game – game edukasi untuk anak kita, selain itu website ini juga memiliki banyak kategori, seperti 

  • Chess
  • Christmas
  • Clarence
  • Classic
  • Clifford
  • Coloring
  • Comics
  • Connect 3
  • Connect the Dots
  • Cooperative
  • Cowboy
  • Cricket
  • Cross the Road
  • Crossword
  • Daniel Tiger
  • Dennis & Gnasher
  • Design Squad
  • Destruction
  • Dice

Dan banyak kategori game yang lainnya, Kalau kamu tertarik juga untuk bermain game di website ini, kamu bisa mengunjungi websitenya disini

Atau jika kamu mau bermain game-game baru dari website tersebut, kamu bisa mengunjungi langsung websitenya disini

Saya menemukan situs website ini, saat sedang jenuh dan memikirkan bagaimana caranya untuk mengatasi anak-anak yang tidak mau lepas dari game online yang berbayar. Dari situ saya mulai mencari game-game online yang gratis.

Pertama kali menemukan game ini, rasanya tidak percaya jika game ini benar-benar gratis jadi saya mencoba salah satu game, yang berjudul Super Spice Dash, kamu bisa melihat ringkasan gamenya dibawah ini. Sangat seru dan menantang untuk dimainkan.

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

Selain itu, ada juga game yang sangat saya suka selanjutnya, Mighty MagiSword Double Trouble In Mirror Castle kalian bisa melihat ringkasan permainan dibawah ini.

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

9 Permainan Masa Kecil Yang Menyenangkan dan Membangkitkan Kenangan Indah

Dan masih banyak game lainnya yang saya mainkan disana, jadi buat kamu yang sudah bosan bermain game online yang itu-itu saja, kalian bisa mencoba game dari website ini.

Tapi perlu di ingat juga mencintai permainan tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang, harus dilakukan oleh kita semua. Jika sebagai orang tua, paling tidak kita mengajarkan bagaimana caranya dan mengenalkannya. Jika anak-anak sekarang sama sekali tidak kenal dengan permainan tradisional, dikhawatirkan di masa depan akan punah. 

Anak Bintang Sepakbola yang Menuruni Bakat Ayahnya

Anak Bintang Sepakbola yang Menuruni Bakat Ayahnya

oleh Isa Alamsyah

Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, begitu kata pepatah. Dan itu juga terjadi di sepakbola. Tentu saja tidak mengherankan jika seorang anak, terutama anak lelaki, dari seorang pesepakbola menyukai olah raga yang sama. Kesukaan itu bisa muncul karena interaksi anak dengan ayahnya, atau secara genetis menurun dalam darahnya.
Akan tetapi, sekalipun dengan latar ayah yang secara ekonomi lebih mapan, bisa memberi fasilitas, juga secara jaringan bisa mempermudah proses, tidak menjamin anak para bintang akan bersinar sebagaimana pencapaian yang diraih ayahnya. Bahkan mereka semua terbebani dengan harapan atau tuntunan masyarakat yang akan selalu membandingkan diri mereka dan sang ayah.

Lalu siapa saja anak para bintang yang punya potensi mengulang sukses ayah mereka?
Enzo Zidane dan ayahnya Zinadine Zidane (sport.detik.com) 
Tidak mudah buat Enzo untuk mencapai karier seperti ayahnya, dan ia tentu ingin menjadi dirinya sendiri.
"Selalu ada perbandingan, saya terbiasa dengan itu dan tidak terlalu memikirkannya. Ayah adalah ayah, saya adalah Enzo. Kami bermain di posisi yang sama, tapi saya punya cara main sendiri," kata Enzo seperti dikutip Football Espana.
Sebagaimana dilansir detiksport (5/07/2017), ketika remaja, Enzo masuk dalam bagian tim Madrid Castilla dan jadi pilihan utama. Akan tetapi karier Enzo belum cemerlang di Madrid hingga akhirnya pindah ke klub Alaves dan meniti karier tanpa campur tangan sang ayah.
uefa.com
Kasper Schmeichel adalah seorang pemain sepak bola asal Denmark yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Leicester City di Liga Primer Inggris. Sang kiper tidak lain anak Peter Bolesław Schmeichel MBE, salah satu penjaga gawang dan tersukses dalam sejarah Manchester United dan Denmark.
Luis Milla Aspas dan anaknya Manzanares (sumber: as.com)
Luis Milla Aspas mantan pemain sepak bola Spanyol yang bermain untuk Barcelona, Real Madrid dan Valencia, sebagai gelandang bertahan, dan saat ini menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Anaknya Luis Milla Manzanares bermian di Fuenlabrada, klub Divisi B Segunda yang sempat membobol gawang Madrid di Piala Raja.
Cristiano Ronaldo dan junior (mirror.co.uk)
Cristiano Ronaldo junior, sekalipun belum masih anak-anak, sudah menujukkan dedikasi dan potensi kebintangan.
Sang ayah, sebagaimana dikutip majalah Spanyol Hola, mengatakan, "Dia suka sepak bola dan selalu main. Sulit mengajak dia duduk atau makan malam bersama karena selalu di luar main bola. Semua orang kaget melihat bagaimana ia percaya diri. Saya sangat bangga sebagai ayah."
Tapi bagaimanapun waktu yang akan membuktikan, apakah sang Cristiano junior bisa mengikuti jejak sukses ayahnya.
Sebenarnya masih banyak bintang sepak bola yang menurunkan bakat pada anaknya, seperti Danny Blind (timnas Belanda) dan anaknya Daley Blind (Manchaster United), Mark Chamberlain (Stoke City) dan anaknya Oxlade Chamberlain (Arsenal), Paul Ince (Liverpool) dan anaknya Tom Ince (Hull City), Casare Maldini (AC MIlan) dan anaknya Paolo Maldini (AC Milan) lalu cucunya Christian Maldini dan Daniel Maldini (AC Milan), Frank SR (Westham) dan anaknya Frank Lampard (Chelsea), dan masih banyak lainnya.

(Artikel ini pernah diterbitkan di UCNews)




Susahnya Jadi Polisi Jujur. Cuma Menunda Panggilan Saja, Bisa Dibayar 1,9 Miliar

Susahnya Jadi Polisi Jujur. Cuma Menunda Panggilan Saja, Bisa Dibayar 1,9 Miliar

Kita harus angkat topi buat para polisi jujur, karena di depan mereka godaan uang miliaran sangat mudah didapat. Orang jujur dan tidak korupsi karena tidak ada kesempatan itu biasa, tapi kalau ada peluang besar mereka tetap jujur, itu baru luar biasa.

Bahkan sekadar menunda panggilan saja pada tersangka, polisi bisa disogok sampai Rp 1,9 miliar rupiah. Benar-benar menggoda.

Informasi ini diangkat oleh berita Republika Kamis 19 Juni 2017.
Kutipan singkatnya,"...Harris Arthur Hedar sebagai pengacara untuk Jawa Pos Group diduga menyuap (AKBP) Brotoseno dengan nilai Rp 1,9 miliar. Uang yang diberikan secara bertahap ini dimaksudkan agar Brotoseno menunda panggilan pemeriksaan ..."

Berita lengkapnya silakan lihat di klipping ini:



Vonis Brotoseno Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Umar Mukhtar

JAKARTA -- Majelis hakim sidang Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa terhadap terdakwa kasus suap penyidikan dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, yakni AKBP Raden Brotoseno.
Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Brotoseno selaku Kepala Unit III Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dengan tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan.
Namun, majelis hakim yang dipimpin Baslin Sinaga menjatuhkan vonis lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider pidana kurungan tiga bulan terhadap mantan penyidik KPK itu.
"Menyatakan bahwa Brotoseno telah terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Baslin Sinaga saat membacakan amar putusan di persidangan PN Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).
Hakim Baslin dalam pembacaan amar putusannya mengatakan hal yang memberatkan terdakwa di antaranya adalah tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi.
Sedangkan yang meringankan yaitu terdakwa bersikap baik dalam persidangan, belum pernah menjalani hukuman pidana, dan mempunyai tanggungan keluarga serta tidak menikmati uang yang dikorupsi.
Dikatakan tidak menikmati uang korupsi karena majelis hakim mempertimbangkan adanya pengembalian uang senilai Rp 1,75 miliar yang diterima Brotoseno kepada tim profesi dan pengamanan (propam) dan tim profesi dan pengamanan internal (propaminal).
Sementara sisa dari total uang suap yang diterimanya sebesar Rp 1,9 miliar, yaitu Rp 150 juta, telah diberikan kepada Dedy Setiawan Yunus selaku penyidik pada Dittipikor Bareskrim Polri.
"Majelis hakim tidak hanya mempertimbangkan apa yang timbul dalam masyarakat dari perbuatan terdakwa, tapi juga perbuatan terdakwa yang telah mengembalikan uang seluruh uang yang diterimanya sebesar Rp 1,750 miliar kepada tim propaminal dan propam," kata hakim Baslin.
Dalam dakwaan, Brotoseno disebut menerima hadiah atau janji dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Pada kasus korupsi cetak sawah itu, mantan menteri BUMN sekaligus pemilik Jawa Pos Group Dahlan Iskan semestinya ikut diperiksa.
Namun, Harris Arthur Hedar sebagai pengacara untuk Jawa Pos Group diduga menyuap Brotoseno dengan nilai Rp 1,9 miliar. Uang yang diberikan secara bertahap ini dimaksudkan agar Brotoseno menunda panggilan pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan. Selain uang tersebut, Brotoseno juga diduga menerima lima tiket pesawat Batik Air kelas bisnis yang total nilainya Rp 10 juta.
Dalam amar putusan itu, majelis hakim menggunakan dakwaan pertama yakni pasal 12 huruf a UU 31/1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto pasal 64 ayat (1) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Jaksa dari KPK dan pihak kuasa hukum Brotoseno menyatakan pikir-pikir atas putusan yang disampaikan majelis hakim. Proses ini akan berlangsung hingga sepekan mendatang.
Jaksa KPK Fauzy Marasadessy menuturkan putusan majelis hakim akan dipertimbangkan dengan melihat kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dan aspek sosiologisnya.
"Kan ada parameter berupa tuntutan dengan kerugian yang ditemukan, kemudian secara sosiologi penerimaannya, nah itu kami pertimbangkan semuanya dalam masa pikir-pikir ini," ujarnya.
Fauzy juga mengatakan semua pertimbangan dari JPU sebetulnya sudah digunakan oleh majelis hakim dalam menentukan putusan. Namun, yang masih menjadi persoalan yaitu besaran vonis yang dijatuhkan.
"Sepertinya semua pertimbangan JPU diambil semua oleh hakim. Hanya ini menyangkut besaran tuntutan saja," katanya.
Brotoseno dijatuhi vonis hukuman bersama dengan tiga rekanan lain yang terlibat dalam kasusnya. Dedy, sama seperti Brotoseno, divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan.
Sedangkan Harris Arthur Hedar selaku pengacara dari Jawa Pos Group, dan Lexy Mailowa Budiman, masing-masing divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

Bintang Daud Ternyata Pernah Dipakai Umat Islam (Klipping)

Bintang Daud Ternyata Pernah Dipakai Umat Islam (Klipping)




Bintang Daud (Star David) yang terdiri dari 6 sudut atau gabungan dua segitiga sama sisi kini selalu diidentikkan dengan Zionis atau Yahudi. Sedangkan sebagian umat Islam, selain bulan sabit, memilih memakai simbol bintang delapan atau gabungan dua bujur sangkar sebagai simbol.Akan tetapi ternyata di masa lalu, simbol Bintang Daud dipakai oleh beberapa kerajaan Islam. Silakan simak klipping di bawah ini dari Republika, 16 Juni 2017 tulisan dari A Syalabi Ichsan.

Bintang Daud Dalam Sejarah Islam

Jika mendengar nama bintang Daud
 atau bintang david, yang terlintas di benak kebanyakan orang saat ini mungkin adalah Yahudi atau Zionis. Faktanya, simbol bintang tersebut saat ini memang dikenal sebagai salah satu representasi Israel —yang notabene adalah negara Yahudi.

Namun, siapa sangka jika di masa lalu bintang daud ternyata juga pernah dipakai di dalam dunia Islam. Menurut catatan sejarah, simbol bintang bersegi enam (heksagram) itu pernah dicantumkan dalam bendera Dinasti Karaman yang menguasai wilayah selatan daratan Ana tolia (Asia Kecil) antara 1250–1487. Dinasti itu sendiri dikenal sebagai penganut agama Islam yang menjalankan tradisi mazhab Hanafi.

Selain itu, bintang daud juga pernah dijadikan sebagai simbol bendera Dinasti Isfendiyar yang menguasai bagian utara daratan Anatolia dari 1292–1461. Seperti halnya Dinasti Karaman, Dinasti Isfen diyar juga dikenal sebagai kerajaan Islam yang menganut paham Ahlussunah waljamaah.
Selanjutnya, Hayreddin Pasha alias Khairuddin Barbarossa yang menjabat sebagai petinggi militer Kesultanan Turki Utsmaniyah pada 1533 juga dikatakan pernah memakai logo bintang daud di bendera perangnya. Hayreddin Pasha adalah seorang Muslim berdarah Yunani yang dikenal sangat loyal kepada Sultan Suleiman (Suleyman the Magnificent) yang memerintah Utsmaniyah dari 1520–1566.

Menurut laman Flags of the World (FOTW), bendera yang dimiliki Hayred din Pasha tidak sekadar menampilkan bintang daud. Tetapi juga mencantumkan gambar pedang Dzulfaqar (pedang milik Ali ibn Abi Thalib). Sementara, di atas gambar pedang itu tertera kalimat "Nashrun minallaahi wa fathun qariibun wa bashshiril mu'miniina, yaa Muham mad" yang ditulis dalam abjad Arab. Ben dera perang Hayreddin juga membubuh kan nama empat sahabat Khulafa ar-Rasyidin yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhum.

Stephen F Dale dalam buku The Mus lim Empires of the Ottomans, Safa vids, and Mughals menyebutkan, penggunaan lambang bintang daud memang sempat populer di kalangan masyarakat Muslim pada zaman abad pertengahan. Terutama di antara penganut mazhab Hanafi. Logo tersebut juga kerap ditemu kan masjidmasjid yang dibangun pada masa Kesul tanan Turki Utsmani yah.

Terakhir, bintang heksagram itu di kata kan juga sempat dipakai dalam ben dera Maroko pada awal abad ke-19. Na mun, sejak terbentuknya negara Isra el pada 1948, logo tersebut secara global mulai diasosiasikan sebagai milik komunitas Yahudi semata.