• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

MAU JADI BOS ATAU LEADER?

Posted by Isa Alamsyah at 8:09 PM
MAU JADI BOS ATAU LEADER ?
dikutip dari buku karya Isa Alamsyah

Apa yang membedakan 'bos' dengan 'leader'?
Secara sederhana bisa dikatakan bahwa bos adalah pimpinan sedangkan leader adalah pemimpin.
Bos atau pimpinan atau atasan adalah kedudukan/jabatan struktural dalam sebuah organisasi atau komunitas. Sedangkan leader atau pemimpin adalah bentuk pengakuan dan penghormatan atas peran, fungsi, pengaruh dan kontribusi seseorang. Seorang bos atau pimpinan tidak selalu menjadi pemimpin bagi bawahannya. Sebaliknya banyak pemimpin yang dihormati dan dihargai, tapi tidak mempunyai jabatan struktural.
Sebagian besar orang menganggap, ketika seorang menduduki pucuk pimpinan sebuah perusahaan atau pemerintahan, mereka telah menjadi "pemimpin" atau "leader". Padahal tidak selamanya demikian.
Orang yang menduduki posisi puncak suatu organisasi memang menjadi "pimpinan" atau "bos" bagi yang lain. Mereka mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari yang lain, tapi tidak berarti mereka otomatis menjadi "pemimpin" bagi yang lain.
Betapa banyak kepala negara yang membawa kesengsaraan rakyatnya. Betapa banyak pimpinan perusahaan yang justru membawa karyawannya ke jurang kehancuran.
Pemimpin adalah mereka yang akan membimbing, mengarahkan, dan membawa kita kepada jalan atau pencapaian yang lebih baik.
Dunia akan menjadi jauh lebih baik jika para pimpinan berfungsi dengan baik sebagai pemimpin atau leader bukan sebagai atasan atau bos.
Semoga buku ini ikut melahirkan pemimpin berkualitas di masa depan.

PERBEDAAN 1
Menjadi Bos atau atasan bisa didapat tanpa kerja keras

Tanpa kerja keras seorang putra mahkota akan menjadi raja, tanpa kerja keras seorang anak pemilik perusahaan bisa diangkat menjadi direktur.
Ini menunjukkan, bagi beberapa orang, mudah sekali menjadi bos, atasan atau pimpinan.
Tetapi perlu diingat, kedudukan ini tidak serta merta membuat mereka menjadi seorang "leader" atau "pemimpin".
Untuk mendapat pengakuan dan penghormatan sebagai pemimpin mereka harus membuktikan.

"Yang paling berbahaya dalam mitos kepemimpinan adalah kepercayaan bahwa pemimpin itu dilahirkan,
bahwa kepemimpinan adalah faktor keturunan.
Mitos seperti ini membuat orang melihat
adanya kharisma tertentu atau tidak.
Ini omong kosong.
Kenyataannya, yang benar adalah,
pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan."
Warren G. Bennis
Pelopor Studi Kepemimpinan dari Amerika, konsultan, dan penulis.

PERBEDAAN 1
Leader diraih atau didapat dari kerja keras dan pembuktian
Untuk menjadi seorang leader (pemimpin) kita harus bekerja keras dan membuktikan bahwa kita layak jadi pemimpin.
Orang bisa saja jadi atasan kita, orang bisa saja menjadi bos kita, seorang pangeran bisa saja menjadi raja, akan tetapi itu tidak langsung membuat mereka menjadi leader (pemimpin).

"Pemimpin adalah hasil tempaan, bukan dilahirkan.
Mereka menjadi pemimpin dengan kerja dan usaha keras, dan kerja keraslah harga yang harus dibayar
untuk mencapai tujuan apapun."
Vince Lombardi
(Pelatih top American Football, 1913-1970)

4 comments :

  1. Siti Maryati said... :

    hahhahah..keren juga

  1. Sinta Carolina December 29 at 1:18pm (masuk ke inbox isa alamsyah) said... :

    Utk bs menjadi leader yg baik tdklah mudah..apalgi di bisnis industri (asuransi) dmna mgr yg lgsg membawahi agen2 yg tdk digaji bs rajin hadir kektr,bertanggung jwb kpd pekerjaannya dan bs berprestasi bagus adlh tugas yg penuh tantangan...pengalaman gw di asuransi slm hampir 8th dan 2th di Era property sbg leader dimna semua team berbasic on commision musti bs berperan ganda sbg leader tp jg sbg teman,dan partner bisnis,tp yg plg berat adlh memanage agen2 di bisnis asuransi krn mental agen musti kuat jd kita sbg leader hrs full of support,coaching,supervisi dan membantu mrk bs mengejar prestasi dan krn asuransi adlh bisnis hati ke agen2pun harus demikian..kdg sptnya berat utk bs memahami karakter manusia yg berbeda2 dan membuat mrk komit dan bertanggungjwb thdp pekerjaannya,tp alhamdulillah slm 8th 80prsen dr agen2 gw menjadi top ten producer dan loyal walo only based on commision..tqu

  1. Totok Yulianto said... :

    jadi follower, bisa hebat ta'?salam ta'zim..

  1. Gita Achmad said... :

    Saya lebih memilih menjadi leader!!!

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More