Sudahkan Anda membuat target yang jelas untuk tahun 2011?

Artikel ini pernah dikirim tepat tahun baru lalu, dan tetap saja kontekstual untuk renungan tahun ini.

Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun 2011.

Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis?

Kalau cuma sekedar "Saya ingin tahun 2011, lebih baik" wah, maaf itu "OMONG KOSONG"

Kita harus membuat rencara tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!

Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya :

1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya :

Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir!

Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!

Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat!

Aset : Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!

Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.

Keagamaan : Saya ingin iman meningkat

Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik

Catatan : Kalau perlu rencana jangka panjang. Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.

Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000. Lalu ia pikir, kenapa tidak coba

US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta.

Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.

Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya "One day I will be there" dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.

2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih "SAMA AJA BOHONG", juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.

Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?).

Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?).

Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja?

atau dari penghasilan lain?)

Aset : Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?) Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?

Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )

Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)

Keagamaan : Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)

Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)

3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target

Rencana cuma dua " Membuat Rencana GAGAL" atau "Gagal membuat rencana"

Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.

Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kita

Salah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.

Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.

Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harsu dicapai

Setiap satu menit harus berapa.

Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.

Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya.

Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.

Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?

Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)

Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?)

Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)

Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)

Aset: Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)

Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)

Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)

Keagamaan: Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)

Kepribadian: Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)

Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.

Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.
Catatan Idul Adha

Catatan Idul Adha

oleh Isa Alamsyah

Menyambut hari raya Idul Adha, kami ucapkan selamat hari raya bagi yang merayakan, dan selamat berkurban bagi yang mampu menyisakan sebagian rizkinya untuk kurban.

Hari raya Idul Kurban kali ini memang tidak bisa dinikmati seluruh saudara kita.

Banyak saudara kita yang masih hidup di pengungsian akibat bencana yang menimpa di sekitar Merapi, Wasior, dan Mentawai.

Semoga saja Allah memberi kesabaran dan ketabahan bagi para korban dan membuka hati kita semua untuk selalu menolong saudara yang kesusahan dan semoga Allah membuka hati para pemimpin agar lebih memberi perhatian bagi para korban bencana.

Buat para peternak korban di Merapi mungkin Idul Adha ini terasa lebih emosional. Bayangkan saja hari Idul Adha yang sedianya adalah masa panen bagi mereka justru kini mereka kehilangan ternak-ternak mereka. Detikcom memberitakan setidaknya 1.961 ekor sapi (sapi perah dan sapi potong) akibat meletusnya gunung merapi. Jauh lebih banyak dari jumlah kambing atau domba yang mati yaitu sekitar 180 ekor.

Republika mencatat ada sejumlah 61.884 ternak yang rawan karena berada di radius 20 kilometer. Dari total ternak rawan 61.884 ekor, jumlah ternak yang berhasil dievakuasi baru 8364 ekor, sedangkan sisanya 53520 ekor belum dievakuasi. Semoga saja bencana ini tidak meluas dan masalah ini bisa segera teratasi.

Tentu saja bukan hanya peternak yang rugi tapi semua korban merasakan kerugian akibat bencana ini.

Alhamdulillah, sebagian rakyat Indonesia punya kesadaran untuk membantu saudaranya yang menderita.

Banyak kurban yang sengaja dipotong di daerah bencana dalam rangka membantu saudara kita.

Selain itu ada juga kisah kepahlawanan yang bisa membanggakan kita.

Hanya saja sayang, justru berita baik seperti ini jarang diliput media. Karena itu kami berkepentingan menyampaikan berota kepahlawanan mereka sebagai sumber inspirasi.

Kepahlawanan yang menunjukkan bahwa semangat berkurban bukan hanya bagi yang punya uang, bukan bagi yang bisa beli kambing dan bukan hanya ketika idul kurban.

Semangat berkorban adalah semangat buat siapa sayja yang punya kepedulian, karena kita bisa berkorban dengan apa saja.

Simak kisah kepahlawanan ini yang semoga memberi inspirasi buat Anda.

(Data ini didapat dari grup pohon inspirasi facebook yang mendapat data dari lapangan).

Seorang pedagang kecil ambil tabungan haji, sediakan kebutuhan pengungsi.

Sebuah rumah sederhana berkamar tiga tampung 100 pengungsi Merapi.

Sebuah rencana walimah, anggaran dan berasnya dialihkan ke barak pengungsi Merapi.

Seorang penjual gudheg, sedekahkan dagangan sepekan untuk Merapi.

Juru masak hotel berbintang ambil cuti tiga pekan, layani dapur umum Merapi.

Tukang pijat dan tukang cukur hibahkan keahlian, keliling barak-barak.

Para dokter rela meninggalkan ruang nyaman ber-AC dan keberlimpahan untuk berdebu-debu bersama pengungsi. Seorang dokter hewan keliling evakuasi ternak, suntikkan nutrisi untuk sapi-sapi.

Pemulia insan nan tak gentar abu dan gemuruh api, yang terus berjuang temukan warga, hidup maupun mati.

Pemuda-pemudi yang kembalikan dirinya jadi kanak-kanak, bermain bersama bocah-bocah pengungsi.

Seorang gadis yang tetap setia menemani dan membantu keluarga dan tetangganya di stadion olah raga dengan menolak tawaran tempat penampungan yang lebih nyaman.

Mereka rela berkorban untuk saudaranya.

Tidak perlu kaya untuk berkorban, tidak perlu menunggun hari raya untuk berkorban,

bagaimana dengan kita?

Anda adalah seorang ..........melakukan..............................untuk saudara kita yang mengalami musibah.

Isilah titik-titik dengan hati Anda, cukup Allah dan Anda saja yang tahu.

Sudahkan Anda mempunyai target yang jelas untuk tahun baru?
Saya yakin banyak di antara kita yang sudah mempunyai target atau keinginan untuk dicapai di tahun baru.
Tapi apakah kita sudah membuat target atau rencana tertulis?
Kalau cuma sekedar "Saya ingin tahun baru, lebih baik" wah, maaf itu "OMONG KOSONG"
Kita harus membuat rencana tertulis dan detail, jadi harus di tulis! tulis! dan tulis!

Jika ingin ada perubahan yang monumental, maka kita harus memulai dengan langkah di antaranya:
1. Buat rencana tertulis (kalau bisa divisualisaikan), misalnya:
Pekerjaan: Saya ingin naik jabatan atau karir!
Saya ingin punya proyek baru! Saya ingin punya bisnis baru!
Keuangan: Saya ingin penghasilan meningkat!
Aset: Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah!
Keluarga: Saya ingin anak-anak lebih baik
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis.
Keagamaan: Saya ingin iman meningkat
Kepribadian: Saya ingin menjadi lebih baik

Catatan : Kalau perlu rencana jangka panjang. Tulis dream atau keinginan setinggi-tingginya jangan batasi dengan kemampuan yang ada saat ini.
Jack Canfield pernah menulis cek US$ 100.000 untuk dirinya, ia tidak tahu nanti dapat dari mana, pokoknya dia tulis dan ditempel di langit2 tempat tidurnya. Tiba-tiba ia dapat bisnis dan untung US$ 100.000. Lalu ia pikir, kenapa tidak coba US$ 1 juta, lalu ia tulis check untuk dirinya senilai US$ 1 juta. Dan ia berhasil mendapat US$ 1 juta pertamanya dari buku Chicken Soup of the Soul.

Bill Clinton memajang gambar gedung putih di depan meja kerjanya, setiap hari ia melihat gambar gedung putih dan percaya "One day I will be there" dan ia menjabat 2 kali masa jabatan.

2. Target harus detail. Kalau cuma sekedar tulisan di atas , masih "SAMA AJA BOHONG", juga tidak banyak merubah apa apa, tapi rencana harus detail.

Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir! (Naik jadi apa, penempatan di mana?). Saya ingin punya proyek baru! (Proyek sebesar apa? Dimana?). Saya ingin punya bisnis baru! (Bisnis bidang apa? mulai bisnis di mana?)
Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat! (Penghasilan dari mana? dari pekerjaaan sekarang saja? atau dari penghasilan lain?)
Aset : Saya mau punya mobil baru! (Merknya apa? warnanya apa? automatic atau manual?) Saya mau beli rumah! (Sebesar apa? lokasinya?
Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik (Jadi lebih baik bagaimana? tidak berbohong lagi? Tidak pre occupied dengan Handphone, tidak membuat masalah? )
Saya ingin hubungan suami istri lebih harmonis. (harmonis bagaimana? tidak berdebat lagi? hindari kekerasan? lebih sering jalan2, kurangi shopping - wah bad idea buat ibu-ibu ya-, lebih sering di rumah?)
Keagamaan : Saya ingin iman meningkat (apa sering ke rumah ibadah, perbanyak puasa senin kamis, perbanyak tahajud, menambah hapalan?, ikut pengkajian agama?)
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (jadi lebih jujur, tidak suka emosional, dsb)


3. Buat rencana, check list dan pentahapan untuk mencapai target
Rencana cuma dua " Membuat Rencana GAGAL" atau "Gagal membuat rencana"
Semua pasti tidak mau membuat rencana gagal, tapi banyak yang gagal membuat rencana.
Kita harus membuat tahapan untuk mencapat target kita

Salah satu kunci kesuksesan Michael Jordan adalah, ia selalu membuat target dan menyederhanakan pentahapannya.
Dalam setiap pertandingan ia mempunyai target skor pribadi.
Lalu ia membagi, setiap 5 menit berapa skor yang harsu dicapai
Setiap satu menit harus berapa.
Jadi dalam pertandingan ia sudah mengukur targetnya tercapai atau tidak, kalau belum ia tingkatkan mobilitasnya.
Kalau ada yang memblok Jordan, seusai pertandingan ia mencata-nama nama yang membloknya. Dan di masa depan ia bertekad menaklukkan mereka.

Sekarang bagaimana rencananya, tahapannya?
Pekerjaan : Saya ingin naik jabatan atau karir! (lewat jalur mana, harus melakukan apa?)
Saya ingin punya proyek baru! (hubungi siapa, mengirim proposal kemana?) Saya ingin punya bisnis baru! (siapa partnernya? dimana bukanya?)
Keuangan : Saya ingin penghasilan meningkat! (Sumbernya dari mana, selain pekerjaan sekarang?)
Aset : Saya mau punya mobil baru! Saya mau beli rumah! (Sistem pembayarannya? Ke Bank mana apply?)
Keluarga : Saya ingin anak-anak lebih baik (Acara apa yang sebaiknya diadakan untuk mempererat keluarga, jalan jalan kemana?)
Saya ingin hubungan suiami istri lebih harmonis (harus buat program apa? honey moon lagi?)
Keagamaan : Saya ingin iman meningkat (mau ikut pengkajian agama di mana, siapa guru agama yang OK, kumpul dengan komunitas apa sebaiknya?)
Kepribadian : Saya ingin menjadi lebih baik (Baca buku apa sebaiknya, kumpul dengan siapa sebaiknya)

Ini sekedar ide, silahkan buat plan masing-masing.
Anda akan takjub menyadari betapa plan tertulis untuk pribadi akan begitu powerful untuk mengubah hidup Anda.
Renungan tahun baru
Wise word for new year

“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.”
Kita akan membuka lembaran baru. Setiap halaman masih kosong. Sebut saja buku kesempatan, dan bab pertama adalah Tahun Baru"
Edith Lovejoy Pierce

“Let every new year find you a better man.”
"Jadikan setiap tahun menemukan kamu sebagai orang yang lebih baik"
Benjamin Franklin

“Many people look forward to the New Year for a new start on old habits.”
Banyak orang yang menunggu tahun baru hanya untuk mengulang kebiasaan lama.
Anonim

“People are so worried about what they eat between Christmas and the New Year, but they really should be worried about what they eat between the New Year and Christmas”
Banyak yang khawatir apa yang akan mereka selama natal dan tahun baru (cuma 6 hari), seharusnya mereka khawatir atas apa yang makan antara tahun baru dan natal (359 hari) berikutnya.



Anonim
1706-1790)