• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Seni Memberi (The Art of Giving)

Posted by Isa Alamsyah at 6:04 AM
Beramal juga ada ilmunya ada seninya.
Beramal baik sering kali diperumpamakan oleh Allah sebagai perdagangan.
Perdagangan berarti ada untung, ada rugi ada juga impas.
Beramal sama seperti modal, modal banyak belum tentu untung banyak, kadang modal banyak malah rugi banyak.
Beramal banyak belum tentu pahalanya lebih banyak dari yang beramal kecil.

Di bawah ini adalah tips agar amal Anda efisien, berganda dan lebih bermanfaat di dunia dan akhirat.

Tip 1
Lebih baik memberi sedikit bantuan pada orang banyak, daripada memberi banyak bantuan pada sedikit orang.
Kenapa?
Amal akan dinilai kalau kita iklash dan tidak berharap balas budi kecuali balasan dari Allah.
Dalam Islam kalau ada yang memberi pertolongan kita katakan "Jazakumullah" semoga Allah yang membalas, jadi memang konsepnya ketika kita menolong kita harus iklas tidak mengharap hutang budi. Kalau berharap hutang budi tidak iklas, maka tidak ada nilainya di akhirat, mungkin di dunia ada.
Misalnya kita punya uang 1 juta, dan mau berman. Kita beri ke teman yang kesulitan. Suatu saat kita kesulitan kita minta bantuan dia, dia gak bantu mungkin kita akan bilang, dulu kan gue bantu elo! Itu tidak iklas, berarti kita mengingat ingat, ngebangkit. Berarti nilai amalnya hilang.
Coba uang satu jutanya kita pecah jadi Rp 50.000 misalnya kita kasih ke satpam dekat rumah, tukang rumput, marbot mesjid, dll. MAka kita akan lupa ngasih siapa aja. Kalau mau hitung-hitungan juga malu, uangnya tidak seberapa. Sekalipun suatu saat kita terjebak hitung-hitungan dengan salah satunya, masih ada belasan amal lain yang bernilai. Hasilnya kita lebih iklas.

Tip 2
Beramal dengan memilih lembaga atau orang yang memberi manfaat kepada lebih banyak orang.

Jika Anda ingin menyumbang 1 juta,
Jika kita memberi donasi 1 juta ke yayasan panti asuhan, lembaga pendidikan, atau yayasan seni merawat pohon bonsai misalnya.
Kira kira di sisi Allah lebih mulia mana?
Mungkin secara nominal sama mulianya, karena sama-sama 1 juta pengorbanannya.
Tapi coba pakai kalkulasi bisnis.
Kemana satu juta tersebut lebih banyak memberi kebahagiaan?
Nah yang lebih banyak manfaat dan membahagiakan, akan punya nilai lebih.

Tip 3
Memilih amal yang meningkatkan produktifitas.
Anda mau bermal Rp 100.000
Anda bisa memberi uang 100.000 ke pengemis untuk makan.
Anda bisa memberi 100.000 ke adik yang mau pakai hura-hura
atau ke pelajar yang rajin untuk beli buku dan peralatan sekolah
atau ke pengusaha miskin yang bisa memutar uang 100.000 tersebut menjadi 120.000 dalam satu hari, lalu 20000 keuntungannya di makan, dan Rp 100,000 sisanya untuk miodal lagi dst.
Pilihan ke siapa akan diberikan, akan berpengaruh terhadap nilai amal Anda.

Tip 4
Memberi ketika dibutuhkan (Timing)
Parcaya atau tidak, memberi uang Rp 100.000 kepada orang yang lagi bengong dengan meminjamkan uang Rp 100.000 kepada orang yang butuh jelas lebih mulia yang kedua (sekalipun bentuknya pinjaman).
Kenapa? Karena kedua nilai pertolongannya lebih tinggi, nilai kepuasannya juga tinggi bagi yang menerima
Jadi timing memberi juga memberikan nilai tambah.

Tip 5
Memberi sesuai kebutuhan
Kita punya uang 1 juta untuk disumbangkan ke 20 anak yatim.
Lalu dengan serta merta kita beli baju, buku, dll. Kita sumbangkan.
Tidak salah! tapi belum tentu efisien.
Kalau saja kita beri masing2 Rp 50.000 mungkin ada yang beli buku, mungkin ada yang beli baju, mungkin ada yang menabung.
Tapi yang pasti mereka menggunakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Ini hanya sedikit coretan untuk membuat kita lebih efisien dan efektif dalam beramal. Pertimbangan amal ini sepenuhnya bisnis akhirat.
Mungkin kalau pertimbangan kita matang dalam bisnis kita juga matang.

Wallahu 'alam
Mungkin ada ide lain?

2 comments :

  1. Siti Nurlaila A. Razak said... :

    Banyak pilihan dalam beramal tinggal kita putuskan mana yang akan dilakukan.Menjadi orang ikhlas itu perlu proses.Kita selalu harus berusaha mendidik diri untuk ikhlas.Insya Allah keikhlasan bisa tertanam dalam jiwa.....
    Thanks Pak Isa.....

  1. Madany's Blog said... :

    Beramal pada rekan yg mmbutuhkn lebih baik dri beramal pd lembaga amal zakat?

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More