• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

M. Zainul Majdi, paling muda paling menonjol

Posted by Isa Alamsyah at 12:25 PM
M. Zainul Majdi, paling muda paling menonjol
Gubernur NTB, Tokoh Perubahan 2010 Republika

Ketika terpilih sebagai Gubernur NTB di usia 36 tahun pada 2008, M. Zainul Majdi tercatat sebagai gubernur termuda dalam 48 tahun terakhir sejarah Indonesia.
Akan tetapi sekalipun paling muda dibanding gubernur lain, lulusan Univ Al Azhar Kairo ini mengukir prestasi gemilang dalam pemerintahannya.

Dalam dua setengah tahun kepemimpinannya, angka kemiskinan berkurang 2,36% atau rata-rata 1,2% pertahun. Penurunan angka kemiskinan ini lebih tinggi dari angka nasional yang masih di bawah 1%.
"Untuk bisa turun 2% pertahun memang masih berat, tapi kita mengarah ke sana," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi NTB juga meningkat pesat mencapai 11,3% per tahun, hampir dua kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 6%.
Selain itu tingkat pengangguran bisa ditekan hingga mencapai 5,6% sedikit lebih rendah dari pengangguran tingkat nasional yang mencapai 6,7%.

Pencapaian ini membuat ia terpilih sebagai tokoh pembaharuan 2010 pilihan Republika.

Sebenarnya apa yang dijalankan oleh gubernur muda ini adalah salah satu bentuk perwujudan No Excuse! dalam pemerintahan.

Sang gubernur tidak menjadikan usia muda sebagai excuse untuk tidak berprestasi. Ia justru menjadikan usia muda sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa ia bisa bekerja lebih baik dari yang tua.
(Bahasan excuse "Saya masih terlalu muda" muncul pada buku No excuse 2)

Mubalig muda ini juga tidak menjadikan minimnya pengalaman sebagai excuse untuk gagal.
Sekalipun sebelumnya ia tidak punya pengalaman dalam organisasi politik ketika mulai terjun di Parlemen pada tahun 2004, ia bisa menjalankan amanah dengan baik, bahkan akhirnya berhasil menduduki posisi tertinggi di provinsinya dan menunjukkan prestasi gemilang pada kepemimpinannya.

Pmuda yang sebelumnya menyandang gelar tuan guru bajang ini (guru agama yang muda) juga tidak menjadikan minimnya modal sebagai excuse untuk sukses.
NTB adalah provinsi yang IPM (Indeks Pembangunan Manusia)-nya atau HDI (Human Development Indeks)-nya termasuk papan bawah dibanding provinsi lainnya. NTB termasuk 1 dari 6 provinsi dengan tingkat kemiskinannya mencapai lebih dari 20%. Pada tahun 2008 tingkat kemiskinan mencapai 24% dan berhasil ditekan sampai 21% pada tahun 2010.
Dengan segala kekurangan tersebut sang gubernur tetap berusaha membangun NTB dengan segala potensi yang ada.

Semoga sukses dan menjadi inspirasi bagi penyelenggara pemerintah lainnya.

5 comments :

  1. Ia pak Isa, saya pernah baca kesuksesan pak M. Zainul Majdi dalam artikel ssalah satu majalah maskapai penerbangan. Jujur saya sangat kagum pada kegigihan beliau dan ingin mencontohi semangatnya. "No Excuse" :)

  1. Beliau Gubernur NTB, dan itu adalah daerah asal saya. semoga beliau tetap berprestasi dan menjadi pemimpin yang berkualitas dan mensejahterakan rakyatnya.
    dan semoga pemimpin lain dapan mengikuti keteladanannya.aamiin
    sehingga Indonesia bisa lebih maju.

  1. suparno said... :

    soeorang pemimpin yang baik itu harus benar benar bisa melihat kearah bawah tanpa takut dengan yang diatas ( jabatan lebih tinggi ) semoga anda benar benar seorang pemimpin yang bisa menjadi tauladan buat para pemimpin pemimpin yang lainya .. amin


    tetap semangaaaaaaaattttttttttttttttt

  1. Anonymous said... :

    dari kacamata awam sy, beliau pun berhasil memajukan pariwisata dua pulau selain lombok, yaitu bima dan sumbawa. krn selama ini, ntb hanya dikenal dengan pulau lombok nya. bahkan sekrg beliau jg sedng mendirikan islamic center terbesar.
    cha yo....pak gubernur!!!!
    barakallahu laka....

  1. Anonymous said... :

    Layak di ekspos media elektronik nie.sebelumnya saya pernah membaca kisah beliau di harian Kompas.Kenapa ya kalau yang bagus-bagus televisi jarang menampilkan.Yang buruk-buruk ditampilkan berulang-ulang,makanya yang ditiru juga yang buruk-buruk.televisi oh televisi,sepertinya mereka perlu training oleh BISA ACADEMY :)

    ~fs~

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More