• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Belajar Problem Solving dari masalah Rayap

Posted by Isa Alamsyah at 10:38 AM
Belajar Problem Solving dari masalah Rayap
Isa Alamsyah

"Pak, di lemari buku tengah ada rayap-nya!"
Setidaknya itu informasi singkat yang saya terima dari salah satu staf Asma Nadia Publishing, ketika kita sedang beres-beres kantor.
"OK, nanti saya check. Kamu lihat ada rayap-nya atau cuma sarangnya?" saya coba telusuri sejauh masalahnya lebih jauh.
"Lihat Pak, ada rayapnya!"
SOS...SOS...SOS
Ketika saya dengar informasi ada rayapnya, saya langsung berpikir masalah ini akan besar.
Ya, karena kerabat saya yang berbisnis di bidang furnitur pernah bilang, kalau perkakas kayu ada rayapnya sebaiknya semua bagian dibuang atau akan merambat kemana-mana.
Saat itu juga saya langsung memutuskan untuk melihat.
Setelah saya lihat sekilas, memang terlihat ada gundukan kecil sarang rayap di lemari tengah.
Lalu saya mulai tarik buku-buku yang berjajar di lemari tengah.
Ternyata bagian belakang sudah geroak dimakan rayap dan buku tersebut sebagian besar sudah jadi sarang rayap.
Lalu saya lihat buku di atasnya ternyata bernasib sama.
Saya putuskan lemari buku tengah dibuang dan dibakar termasuk-buku-bukunya.
Lalu saya lihat lemari disebelah kanannya lemari tengah ternyata juga sudah hancur dimakan rayap, padahal dari depan sama sekali tidak kelihatan ada sarang rayap.
Lalu saya lihat lemari sebelah kirinya, ternyata juga jadi korban.
Hasil serangan rayap tersebut 3 lemari buku dibuang dan dibakar, ratusan buku juga terpaksa dibuang dan dibakar.
Padahal lemari tersebut baru 3 bulan lalu dibereskan.

Ternyata masalah rayap yang kelihatan kecil, hanya beberapa sentimeter gundukan yang terlihat, hanya sedikit gejala dari masalah besar yang tersembunyi.
Dari kejadian ini saya pun belajar tentang kehidupan.

Sebenarnya sebagian besar masalah yang kita hadapi hanya sebagian kecil dari sebuah masalah yang lebih besar.
Masalah di depan mata mungkin hanya gejala, bukan penyakitnya.
Kalau kita tidak menemukan masalah besarnya (penyakitnya) maka kita akan terjebak masalah tersebut selama-lamanya.
Masalah yang kita lihat di depan mata mungkin lebih besar dari yang kita kira.

Dalam kehidupan sosial misalnya.
Kita bertemu dengan pejabat yang korup.
Secara sederhana kelihatannya, korupsi terjadi karena gaji kecil, sehingga jika gaji dinaikkan tidak ada korupsi. Ternyata pejabat bergaji besar juga terlibat korupsi.
Artinya, korupsi adalah gejala yang sudah merambat ke mana-mana.
Masalah utamanya bukan sekedar gaji kecil, tapi juga penegakkan hukum, keadilan sosial, keimanan, moral, toleransi, sportivitas, dan banyak hal terkait dengan hal tersebut.
Jadi untuk menyembuhkannya harus ditangani menyeluruh.

Dalam parenting misalnya.
Ada anak yang nilai pelajarannya buruk.
Orangtuanya sudah mengkursuskan anak tersebut dan privat tapi tidak membaik.
Ternyata setelah diusut masalahnya anak tersebut sedang terganggu konsentrasi-nya karena sering mendengar keributan orang tua.
Atau ternyata di sekolah ia selalu menjadi korban bully (pelecehan senior).
Jadi masalahanya tidak sekedar anak yang malas tapi ada agenda lebih besar yang dihadapinya.
Kalau kita salah deteksi masalah tidak selesai.

Dalam bisnis juga demikian.
Kita bisa kehilangan klien hanya karena masalah kecil.
Ada kisah perusahaan besar kehilangan klien raksasa hanya karena mempunyai operator telepon yang kasar.
Awalnya perusahaan tersebut mengira sang operator hanya perlu sedikit latihan, perusahaan itu tidak sadar bahwa operator adalah ujung tombak perusahaannya hingga akhirnya kehilangan klien besar.

Mendeteksi masalah dengan tepat, melihat masalah sebagai bagian dari masalah yang lebih besar adalah kunci untuk menyelesaikan masalah secara integral.
Semoga saja kita tidak terbuai melihat ketika masalah kecil, karena sebagian masalah kecil adalah tampilan luar dari masalah besar yang tersembunyi.

2 comments :

  1. Belo Elbetawi said... :

    maksiih udah mengingatkan, jujur.. bermanfaat banget ^__^

    fans nomer satu mbak asma nadia :)

  1. Anonymous said... :

    iya juga ya Pak, kadang kita meremehkan atau bahkan lebih sering mengabaikan masalah-masalah kecil. Padahal yg kecil-kecil itu suatu saat menjadi besar jika tak segera mengatasinya.

    nice post Pak, thank you.
    so inspiring, as always.. :)


    Salam,
    Fath

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More