Menyusun Kalimat yang Kuat Dalam Sebuah Tulisan

Memilih kata dan kalimat yang kuat dalam sebuah tulisan (Tip menulis)
Isa Alamsyah

Salah satu kunci sebuah karya tulis yang kuat, baik itu fiksi atau non fiksi, adalah:
memilih kata yang tepat serta menyusun kalimat yang kuat, berisi, atau berbobot dalam dialog atau narasinya.
Makanya kalau kita nonton sinetron kita tidak merasakan apa-apa dari dialognya, karena sangat lemah, bahasanya aneh, dan sangat tidak membumi.
Tapi kalau kita menonton film yang berkelas, akan ada dialog yang kuat.

Shakespare sangat melegenda dengan kalimatnya "Apalah arti sebuah nama?"
Itu tidak lain diambil dari dialog antara Romeo dan Juliet
Juliet:
"What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet."
"Apa arti sebuah nama, sebuah mawar kita sebut apapun namanya tetap harum wanginya."
Sekalipun sekarang dalam teori ekonomi "sebuah nama" bisa bernilai triliunan rupiah,
tetap saja kata-kata tersebut melegenda.

Ciri-ciri kalimat yang kuat adalah, ketika ia berdiri sendiri pun
(tanpa terikat konteks cerita atau artikel),
ia tetap punya kekuatan magis, inspiring, dan menggerakkan.

Jendral Douglas Mc Arthur dari pidatonya yang panjang terkenal dengan slogannya
"I shall return!"

Jika ditelaah, buku Harry Potter pun banyak menulis kalimat yang kuat misalnya:
"If you want to know what a man's like, take a good look at how he treats his inferiors,
not his equals."
Kalau mau tahu kualitas manusia, lihat bagaimana ia memperlakukan orang di bawahnya,
bukan ketika memperlakukan orang yang setara dengannya.
J.K. Rowling (Harry Potter and the Goblet of Fire)

"It matters not what someone is born, but what they grow to be."
"Tidak masalah bagaimana seseorang dilahirkan, tapi yang penting bagaimana mereka tumbuh!"
J.K. Rowling

Saat ini salah satu buku Indonesia yang paling banyak di quote di Indonesia saat ini
adalah buku Sakinah Bersamamu karya Asma Nadia.
Kita bisa lihat di twitter, facebook, bahkan jadi slogan di beberapa status.

Beberapa kutipan yang sering muncul dari buku yang kini menjadi bacaan pasangan suami -istri
dan bahkan mereka yang belum menikah ini di antaranya:


Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna #sakinahbersamamu


Keseimbangan bukan didapat dengan kekuasaan. Keseimbangan didapat dengan kesadaran untuk saling berbagi dan menerima #sakinahbersamamu


Tidak ada pernikahan sempurna, seperti juga tidak ada pasangan yang sempurna. Menikah adalah proses saling menyempurnakan #sakinahbersamamu


Perkawinan adalah tempat kita menyimpan amarah dan duka

Juga tempat kita mengekspresikan cinta dan kesetiaan #sakinahbersamamu


"Jika kau tanya kenapa aku memilihmu, itu karena Allah memberiku cinta yang ditujukan kepadamu." #sakinahbersamamu


Seringkali kita mencarinya terlalu jauh kemana-mana, padahal bahagia itu dekat. Ada pada setiap hati yang bersyukur. Kalbu yg bs melihat dg jelas deretan karunia Allah limpahkan kepadanya, dan bukan sibuk menghitung apa yg tidak dia miliki (Sakinah Bersamamu, page 78)


Jangan bahayakan cinta untuk hal-hal yang tak pasti dan hanya melahirkan penderitaan tak berujung (#sakinahbersamamu, page 80)


Jika cinta enyah dari matamu camkanlah, itu tak menghapus bayangmu sedikitpun

dari mimpi yang kupunya. #Sakinah Bersamamu


Keseimbangan bukan didapat dengan kekuasaan.
Keseimbangan didapat dengan kesadaran untuk saling berbagi dan menerima.

#SakinahBersamamu.


Bagai sebuah buku matamu adalah sekumpulan kisah dan bagai angin di pantai
matamu diam-diam menyeretku dari kegamangan #Sakinah Bersamamu


Asma Nadia sendiri memang mempunyai kelebihan
dalam menemukan kalimat yang kuat dalam narasi dan dialognya.
Tapi ingat, ini dicapai Asma Nadia berkat latihan dan kerja keras selama belasan tahun,
bukan sekedar bakat, jadi semua bisa juga melakukannya jika mau belajar dan berlatih keras.

Dalam novel terbarunya Rumah Tanpa Jendela , Asma juag banyak menulis kalimat yang kuat
seperti di antaranya:

Rara hanya ingin jendela. Bukan boneka barbie, tivi atau play station. Jendela, satu saja.

Dan hati ayah mana yg tdk terusik dan merasa bertanggung jawab utk melunasi mimpi anaknya? (Novel #rumahtanpajendela)


Al Fatihah itu jembatan rindu yg mengantar cinta dan kerinduan kpd orang2 terkasih di alam sana... (Novel #rumahtanpajendela)-

Apa yang dilakukan seorang ayah untuk mewujudkan impian anaknya, selain memahat impian ananda dalam di hatinya?
(Novel #rumahtanpajendela)


Nah sekarang kalau Anda membuat tulisan coba perhatikan di setiap halaman, apakah ada kata atau kalimat yang kalau dicomot sendirian bisa menjadi kalimat yang kuat.
Semakin banyak kalimat yang kuat dan inspiring, maka semakin lama karya Anda akan dikenang.

NoExcuse! Karena Anda bisa!


8 Comments

  1. Benar sekali. Diakui atau tidak, kalimat yang kuat dalam sebuah tulisan adalah sesuatu yang penting dalam membangun karakteristik sebuah karya sastra. Sebuah ikon atau identitas tersendiri. Sayangnya, di Indonesia sendiri, belum banyak penulis yang dapat menghasilkan karya dengan kalimat kuat dan inspiring bagi pembacanya.

    But, tetap optimis saja :)

    ReplyDelete
  2. hari ini rencananya mo berburu buku, mumpung libur.. makasih referensinya y paakk...

    ReplyDelete
  3. membuat kalimat yang kuat itu bagaimana?? Itu bisa dilatih? atau memang sebuah bakat?

    ReplyDelete
  4. jazakallah masukannya!
    aksiku akan membuktikannya, walau itu butuh puluhan tahun untuk bisa.

    ReplyDelete
  5. izin co-pas ya Pak.. trima kasih

    ReplyDelete
  6. terimakasih pak....sangat menginspirasi....

    ReplyDelete
  7. Thanks inspirasinya, saya tambah termotivasi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post