Tipe orang menghadapi tekanan atau bantingan

Setiap orang pasti akan menemui tantangan, bantingan atau cobaan dalam hidupnya.
Ada macam-macam tipe orang ketika menghadapi tekanan.

Ada tipe kepompong, baru sekali ditekan langsung kempes. Bahkan cukup ditekan dengan jari, sudah kempes.
Biasanya anak manja, anak orang modern yang selalu menghindari masalah sangat rentan menjadi tipe ini.

Ada tipe kaca. Kalau sedikit ditekan tidak pengaruh apa apa, digorespun susah. Tapi begitu tekanannya melebihi ambang batas, langsung hancur berkeping-keping.
Ini mungkin tipe orang yang menahan diri ketika ditekan, menyimpan amarah sendiri, dan ketika tidak kuat, malah merusak diri sendiri.

Tipe balon agak mirip tipe kaca, juga berbahaya. Ditekan fleksible, dibanting tidak masalah. Tapi kalau tekanannya terlalu keras akan hancur dan tidak bisa kembali ke asal.
Ini tipe anak yang mengurung diri ketika tertekan, menahan dendam tapi kalau lepas kontrol bisa frustasi.

Ada tipe kapas atau kapuk, tipe ini fleksibel terhadap tekanan.
Ketika ditekan mereka kempes setelah beberapa lama kembali lagi ke bentuk awal.
Orang seperti ini bisa tertekan tapi mampu kembali ke asal.

Ada tipe kaleng, kalau ditekan berbekas, dibanting penyok. Walaupun ada perubahan bentuk, tapi tidak rusak atau kehilangan apa-apa. Tipe kaleng bisa kembali ke bentuk asal jika ditekan lagi dari arah berlawanan. Ditempa lagi.
Ini tipe orang yang tertekan, dan tidak bisa memperbaiki diri kecuali disokong orang lain.


Ada tipe besi.
Jika ditekan mereka kuat tidak berbekas, tapi kalau penekannya semakin kuat dan berbahan keras juga lama kelamaan akan tertekan juga.
Hebatnya mental besi ini sekalipun dibakar di ubah ia tetap menjadi besi dan kembali ke asal.

Ada juga tipe diamond.
Makin dipukul dan ditempa makin berkilau. Tapi kalau di tumbuk ya hancur juga.
Mungkin ini seperti bintang, selebrity atau atlet terkenal.
Mereka begitu cepat berkilau, cepat menanjak.
Tapi ketika ada tantangan berat langsung hancur.
Tiger Wood begitu bersinar, bertahan lama, dan pekerja keras.
Tetapi begitu isu perselingkuhannya diangkat, bless langsung hancur karirnya.

Ada juga tipe bola pimpong, kalau ditekan wajar bisa kembali ke bentuk asal. Bahkan kalau dibanting, semakin keras dilempar ke semakin kuat meresponnya. Sekalipun jatuh meluncur ke bawah tapi ia bangkit melambung ke atas.
Ini juga tipe bagus, kita bisa bangkit sekalipun jatuh terperosok.

Ada tipe udara. Udara sulit ditangkap sulit di tekan. Tetapi jika ditangkap dalam wadah tertutup semakin kuat dia ditekan semakin kuat juga memberi tekanan ke segala arah, udara dapat menyebar kesemua sendi, udara juga mampu terus masuk menyesuaikan dengan bentuk wadahnya yang berubah hanya tekanannya (irreversible or reversible). Tapi kalau tekanannya sangat kuat bisa berubah wujud (mencair)
Mungkin tipe ini cocok untuk untouchable people. Jarang tertekan, selalu aman. Tapi .

Ada juga tipe air.
Air selalu bergerak menuju tujuan (daerah yang lebih rendah), konsisten pada tujuan.
Jika masukkan ke wadah (terkungkung dalam teko, gelas dsb) ia fleksible, tetapi tetap tahu visi dasarnya, begitu lepas dari wadah kembali lagi menuju ke tempat yang lebih rendah.
Kalau ditekan ia fleksible, tidak hancur tapi menyebar. Benda yang menekan justru diselubungi air.
Kalau ditepak, air muncrat menyebar justru memperkuat pengaruhnya.
Bahkan dibakar sekalipun air menguap tetap menjadi air dan akan turun lagi sebagai air dan konsisten dengan sifatnya.

Mungkin itu kenapa 80% lebih tubuh manusia terdiri dari air.

Kalau saya pilih tipe air?
Bagaimana dengan Anda?
Atau ada tipe lainnya silahkan?

Post a Comment

Previous Post Next Post