Visi, impian tinggi atau cita-cita besar, dan keyakinan adalah modal utama.

Banyak yang mengeluh tidak punya modal, padahal selain uang ada modal yang lebih berharga, yaitu visi.

Dengan visi yang tepat kita bisa menghasilkan uang dengan apapaun yang kita miliki, sekalipun tanpa modal.

Sebaliknya, tanpa visi, modal bisa habis.


"To accomplish great things, we must not only act, but also dream."
Untuk pencapaian besar, aksi saja tidak cukup, tapi juga butuh impian.
Anatole France

"Nothing happens unless first a dream."
Tidak ada yang terjadi kecuali diawali impian.
Carl Sandburg

"Every great dream begins with a dreamer."
Setiap impian hebat bermula dari pemimpi.
Harriet Tubman

“Capital isn't scarce; vision is.”
Modal tidaklah sulit didapat, tapi visi itu sulit didapat.
Sam Walton, Pendiri Wal Mart

“Vision is perhaps our greatest strength.”
Mungkin visi adalah kekuatan terbesar.
Li Ka-Shing, Orang Terkaya Asia 2007

Salah satu modal terbesar dimiliki setiap orang tapi banyak dilupakan adalah
ide dan visi atau impian.
Visi dan impian adalah modal dasar untuk sukses.
Siapapun yang mempunyai visi yang kuat, impian yang besar,
sekalipun tidak punya uang, punya daya tahan tinggi untuk bertahan
menghadapi tantangan dan masalah, selalu punya energi untuk bekerja
keras dan memperbaiki diri untuk kesuksesan.
Ketika Disney Land pertama di dunia terbangun megah, Disney sudah wafat, seorang wartawan
bertanya, apakah keluarga menyayangkan karena Disney tidak sempat menyaksikannya.
Maka keluarganya menjawab,
"Tidak, Disney sudah melihat ini sejak lama."
Mempunyai taman hiburan sudah menjadi visi masa depan Disney.

Ia sudah melihatnya jauh sebelum taman rekreasi
terbesar tersebut rampung.
Sahid memang datang ke Jakarta dengan koper dan sepeda, tapi ia punya visi yang jelas.

Visi untuk hidup lebih
baik, siap bekerja keras dan mau belajar.

Sejak kecil ia punya visi seperti itu.
Karena itu ketika ia bekerja di percetakan, ia punya
visi belajar bagaimana membangun perusahaan percetakan,

ketika mempunyai percetakan ia punya visi bagaimana membangun agar lebih besar.

Ketika mendengar ada prospek bagus di perhotelan, ia belajar bagaimana masuk ke
binis hotel. Setelah punya satu hotel ia berpikir bagaimana bisa punya hotel lebih dari satu,

dan seterusnya.
Jadi kalau tidak punya modal uang,

kita harus punya impian harus punya visi,

karena dengan itu kita bisa mempunyai modal utama yang bisa membawa kita sukses.



Sebaliknya jika tidak punya visi maka modal kita akan habis.

Semua orang tahu tanah Indonesia adalah tanah yang kaya.

Tapi kenapa bangsanya tidak makmur?

Karena tidak ada visi yang jelas mau dibawa kemana bangsa ini.


Dikutip dari buku buku No Excuse! halaman 154
ditulis oleh Isa Alamsyah


Post a Comment

Previous Post Next Post