MENUNGGU SEMPURNA

MENUNGGU SEMPURNA

Isa Alamsyah

Pada sesi privat coaching penulisan buku,

beberapa klien selalu mengatakan bahwa bukunya tidak jadi-jadi karena belum sempurna.

Tulisannya tidak selesai selesai karena belum lengkap.

Saya katakan pada mereka,

jangan tunggu sempurna, karena tidak ada yang namanya sempurna.

Selalu ada cara lebih baik atas sesuatu.

Mungkin kita bilang buku kita sudah lengkap, sudah sempurna.

Tahun depan kita baca lagi akan kita temukan banyak kekurangan.

Jadi kalau mau menulis, ya tulis saja. Selesaikan.

Saya ingat banyak kenalan yang tidak mau pergi haji karena merasa belum siap.

Beberapa merasa belum sempurna ibadahnya.

Saya katakan, kalau menunggu sempurna,

maka ketika kita memutuskan haji saat itu kita sudah merasa sempurna,

dan ketika merasa sudah sempurna justru menunjukkan kita tidak sempurna.

Jadi, mulai saja, selesaikan saja.

Kalau mau mulai bisnis tunggu segalanya siap, bisa bisa gak mulai-mulai bisnis.

Kalau mau ikut lomba tunggu siap, bisa-bisa gak ikut lomba.

Langsung ACTION.

ACTION adalah jalan menuju ke kesempurnaan (baca: Perbaikan).

Bukan sebaliknya, menunggu kesempurnaaan baru ACTION.

Kalau tunggu sempurna bisa-bisa tidak pernah ACTION.

Apalagi KESEMPURNAAN hanya milik Allah SWT.

Post a Comment

Previous Post Next Post