Sukses milik siapa saja

Sukses milik siapa saja

(Belajar dari Kasman Singodimejo)

Oleh: Agung Pribadi (www.facebook.com/AgungPribadiPenulis) kontributor Komunitas Bisa! (http://on.fb.me/KomunitasBisa)

Mungkin banyak di antara kita yang tidak kenal Kasman Singodimejo. Beliau adalah salah satu pahlawan nasional dan pernah menjabat Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman di masa Presiden Soekarno.

Tapi yang lebih penting Anda ketahui adalah masa lalunya dan bagaimana ia bisa mencapai posisi itu sekalipun dari kalangan bawah.

Kasman Singodimejo berasal dari kelas bawah. Ibunya buta huruf dan bekerja sebagai pedagang kain kecil-kecilan. Ayahnya seorang juru tulis. Untuk menghidupi 7 anaknya penghasilan mereka sangatlah kurang. Ia dilarang ibunya bersekolah, tetapi ia tetap memilih untuk bersekolah karena ia ingin sukses dan ia haus akan ilmu pengetahuan.

Untuk bisa membiayai sekolahnya sendiri Kasman bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ia rajin menyapu, membersihkan rumah, mencuci piring, mencuci baju. Dari sana ia mendapatkan makan, pakaian bekas dan uang untuk membiayainya sekolah Di HIS (Holland Inlandsche School) yaitu Sekolah Dasar untuk Pribumi pada masa Penjajahan Belanda di Indonesia.

Setelah itu dengan tetap bekerja sebagai pembantu ia melanjutkan sekolah ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Sejak sekolah ia tidak puas dengan ilmu yang didapat di sekolah. Ia masuk Muhammadiyah dan banyak belajar agama Islam dan belajar berpidato di sana. Pulang sekolah ia sering berlatih pidato. Ia selalu bekerja keras dan menyadari waktu itu sangat berharga karenanya ia selalu meluangkan waktu untuk menuntut ilmu dan bekerja. Ia akhirnya menjadi guru di sekolah Muhammadiyah.

Kasman memang pembelajar sejati. Ketika Jepang datang iapun bekerja keras dengan masuk menjadi anggota PETA (Pembela Tanah Air). Di sana ia mengikuti latihan-latihan militer dengan disiplin yang sangat ketat ala Jepang.

Ketika di PETA ia menjadi Komandan PETA di Jakarta. Pihak Jepang menganggap kedudukannya sebagai guru Muhammadiyah mempunyai nilai kepemimpinan. Di sana komandan sering berpidato. Kasman menyelipkan ajaran-ajaran agama ketika berpidato.Kasman sadar menjadi anggota PETA bukan berarti menjadi budak Jepang, tapi ia mau mencuri ilmunya.

Perjuangan Kasman cukup terdengar. Ketika Indonesia merdeka ia menjabat sebagai Jaksa Agung dan kemudian Menteri Muda Kehakiman. Tahun 1955-1959 ia menjadi anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang-Undang Dasar).

Selain berkiprah dunia politik, ia masuk dunia bisnis. Sekali lagi ia menunjukkan keuletan seorang pekerja keras. Pada tahun 1955 Kasman ia menjadi Presiden direktur Gloria Trading Company di Glodok. Tahun itu juga ia mendirikan pabrik Rajut PT Gloria Knitting di Ancol, Jakarta Utara. Kedua perusahaan inipun sukses pada masa kepemimpinannya.

Kasman kini sudah meninggal, dan diangkat sebagai pahlawan nasional tahun 1995.

Kasman mengajarkan pada kita siapa saja bisa sukses asalkan mau bekerja keras dan tidak mau waktu terbuang sia-sia.

Jangan pernah menjadikan latar belakang kita dari kelas bawah sebagai EXCUSE untuk tidak sukses.

Sukses milik siapa saja yang ingin mencapainya.

No Excuse!

Bagaimana dengan anda?

Secara rutin kami mengirim pesan inspiratif ke member group bisa (bisa!1 s.d. bisa!7)

Jadikan diri Anda sebagai salah satu pintu ilmu dan inspirasi bagi rekan-rekan Anda.

Ajak rekan-rekan bergabung di group bisa!7 No Excuse!

CARAnya:

1. Masuk ke group http://bit.ly/Bisa7NoExcuse

2.Klik "Kirim Undangan - invite" lalu klik foto teman-teman

3. Klik "Bagikan+ (Share)" agar Grup ini muncul di Dinding Anda

4.Dengan mengajak semua orang yang anda kenal dan mengenal anda maka anda telah menjadi pintu ilmu dan inspirasi

Post a Comment

Previous Post Next Post