Ada dan Tiada

Ada dan Tiada

Isa Alamsyah

Saya memiliki sebuah souvenir bergambar bayi dengan tulisan:

"Some people make the world more special only by being in it"

-sebagian orang (bayi) membuat dunia menjadi lebih istimewa hanya dengan berada di sana.

Apakah Anda pernah juga melihat atau membacanya?

Ya, kehadiran bayi membuat dunia menjadi lebih indah,

sekalipun bayi belum melakukan apa-apa, mereka membuat ayah bundanya bahagia.

Kakek neneknya bahagia, om tantenya bahagia.

Melihatnya saja kita sudah bahagia, mendengar kehadirannya saja keluarga besar sudah ceria.

Sadarkah Anda, sebagian besar kita mempunyai kekuatan sebesar itu ketika bayi.

Bayangkan saja, kita belum bisa bicara, sudah bisa membuat orang tertawa.

Kita belum bisa berkarya sudah membuat orang bahagia.

Itu membuktikan bahwa kita sejak kecilpun, bahkan sebelum bisa melakukan apa-apa,

sudah mempunyai kemampuan untuk membahagiakan orang lain,

membuat dunia lebih ceria.

Logikanya, setelah ditambah kemampuan maka harusnya lebih mampu membahagiakan orang bukan?

Lebih mampu membuat dunia lebih ceria bukan?

Lalu bagaimana dengan keadaan sekarang?

Apakah setelah kita bisa berbicara kita membahagiakan lebih banyak orang atau justru sebaliknya?

Apakah setelah kita berkarya kita memberi manfaat lebih banyak bagi orang lain?

Manusia dan keberadaannya terbagi atas 3 bagian utama;

Kelompok pertama (positif): Ketika ada memberi pengaruh baik, ketika tidak ada dinanti dan dirindukan keberadaannya.

Kelompok kedua (Netral): Ada atau tidak ada sama saja.

Kelompok Ketiga (Negatif): Ketika ada memberi pengaruh buruk, ketika tidak ada membuat orang bahagia.

Di posisi manakah Anda?

Dalam profesi apapun, dalam keadaan apapun, penempatan kelompok ini berlaku.

Sekalipun kadang ada orang yang dikeluarga masuk kategori kelompok pertama

tapi di pergaulan masuk kelompok kedua atau sebaliknya, dsb.

Ada pegawai yang kalau dia tidak ada kantor jadi semrawut. Segala hal beres kalau dia datang.

Segala yang tidak beres selalau dia kerjakan agar jadi beres.

Orang seperti ini kalau konsisten akan bermanfaat di mana saja.

Tapi ada pegawai yang datang selalu terlambat dan sering minta izin tidak masuk karena berbagai alasan.

Apa yang terjadi? Pegawai ini memposisikan dirinya menjadi kelomkpok kedua.

Ada atau tidak ada sama saja.Akhirnya perusahaan terbiasa dengan ketidakberadaan pegawai tersebut

dan akibatnya karena dianggap tidak berguna ia dipecat.

Yang lebih parah ada pegawai yang kerjanya tidak jelas,

tapi selalu menghasut pegawai lain atau menciptakan suasana kerja jadi tidak nyaman.

Yang begini enaknya diapain ya? Terserah.

Ada anak yang selalu membuat orang tua bahagia.

Kalau ayah pulang kecapean, bertemu anak ini jadi ceria, ayah ibunya bertengkar kalau ada anak ini jadi damai.

Tapi ada juga anak yang kalau di rumah selalu bikin rusuh dan bikin pusing orang tua.

Terhadap anak ini ada orang tua yang frustasi dan memilih untuk mengirim anak tersebut ke asrama.

Ada manajer yang kalau dia datang urusan pekerjaan malah jadi rumit,

padahal kalau dia tidak datang semuanya baik-baik saja.

Ada orang yang kalau dia ada, lingkungan di sekitar jadi tidak nyaman, terancam dan terintimidasi.

Jelas ini adalah jenis orang ketiga.

Contoh paling vulgar adalah penjara. Penjara adalah tempat paling ekstrem untuk kelompok ketiga.

Coba tanya pada diri Anda, masuk ke dalam kelompok manakah Anda.

Di keluarga?

Di kantor?

Di lingkungan tetangga?

Kalau Anda ada, apakah orang merasa lebih nyaman?

Apakah orang lebih senang kalau Anda tidak ada?

Atau Anda ada dan tiada sama saja?

Kaca Ajaib

Kaca Ajaib

Isa Alamsyah

Al kisah di sebuah negeri antah berantah, hiduplah seorang kakek bijak yang kaya raya.

Ia dikenal sakti karena mempunyai kaca ajaib yang bisa menuntaskan berbagai masalah ekonomi.

Suatu hari datanglah seorang pengusaha yang baru saja bangkrut dari usahanya.Ia sangat frustasi, apalagi hartanya yang dulu melimpah kini jadi hutang yang membengkak.

Pengusaha tersebut datang kepada sang kakek dan berharap bisa melihat cermin ajaibnya.Konon mereka yang melihat kaca ajaib ini akan kembali menjadi kaya.

"Kek, izinkan saya melihat cermin ajaibnya, agar saya bisa bangkit kembali, " pintanya.

"Tapi ada syaratnya, kamu harus mengikuti dulu ilmu pendahuluannya," jawab sang kakek.

Singkat cerita akhirnya sang pengusaha berguru pada sang kakek.

Mereka membahas segala permasalahan bisnis yang dihadapi sang pengusaha.

Selama diskusi berhari-hari, satu persatu masalah mulai terpecahkan.

Dari pertemuan tersebut si pengusaha mulai menemukan celah baru untuk mendapatkan modal,

ia punya visi baru tentang bisnisnya, ia tahu bagaimana melunaskan hutangnya dengan strategi baru.

Intinya pengusaha itu sudah mendapatkan semangat dan visi baru untuk membangun bisnisnya.

"Nah, nampaknya kamu sudah siap melihat kaca ajaibku," seru sang kakek di akhir pertemuan.

"Baik Kek, terima kasih atas bimbingannya," kata pengusaha itu menggebu gebu.

Lalu mereka masuk keruangan khusus yang selalu terkunci rapat.

Ruangan itu putih, kosong dan nyaris tidak ada apa-apa.

Hanya ada satu kaca dipojok yang terbungkus kain putih.

Lalu sang kakek, memegang kain penutup kaca siap membuka.

Sebelum membuka penutup, sang kekek tersebut berkata:"Kamu jangan kaget, pokoknya kamu tanya pada yang kamu lihat di kaca tersebut,

apakah dia bisa membantu. Kalau dia bilang bisa, maka masalah kamu selesai."

"Baik, Kek!" kata pemuda itu tak sabar,

hatinya menggebu-gebu ingin bertemu dengan penolongnya.

Satu ...dua.. tiga....

Tadaaa...seru sang kakek mengangkat kain sambil bersikap seperti pesulap yang baru saja mempersembahkan magicnya.

Akhirnya kaca itu terbuka.

Pemuda itu kaget melihat sosok di kaca tersebut.

Ya, kaca ajaib itu tidak lain hanyalah cermin biasa.

Dan yang terlihat oleh pengusaha tersebut adalah dirinya sendiri.

"Ya, itulah penolongmu sekarang," kata sang kakek.

Silahkan tanya pada dirimu, silahkan tanya pada dirimu sendiri, apakah kamu siap menolong dirimu.Karena semua masalahmu hanya akan selesai kalau kamu mau menolong diri sendiri

dan sadar semuanya tergantung kamu sendiri.

Dengan semua yang baru dipelajari, dengan semua semangat yang baru didapat,

pengusaha itu akhirnya sadar kini masa depan ada ditangannya sendiri.

Ia tidak perlu kaca ajaib untuk mewujudkannya.

Hikmah:Begitulah kehidupan kita.

Ketika kita menghadapi masalah, ketika kita menghadapi kendala,

maka diri sendirlah yang harus menjadi tumpuan utama untuk bangkit.Kalau ada yang membantu Alhamdulillah, kalau ada yang menolong ya syukur,

tapi tetap saja pada akhirnya diri sendiri yang jadi tumpuan harapan.

Orang mungkin bisa menyerah membantu kita, orang bisa menolak untuk menolong kita,

tapi selama kita masih mau menolong diri sendiri, kita tetap bisa bangkit.

Don't give up on yourself!

Apakah Anda punya cermin di rumah?Berarti Anda punya kaca ajaib.

Jika ada masalah, lihatlah ke cermin dan katakan

"SAYA AKAN MENGATASINYA"Lihatlah cermin dan sosok itu adalah SOLUSI atas semua masalah ANDA.

Anda adalah jawabannya, karena Tuhan telah memberikan semua yang kita butuhkan untuk bangkit.

No Excuse!


Yang penting usaha bukan hasil, bijak tapi menyesatkan.

Yang penting usaha bukan hasil, bijak tapi menyesatkan.

Isa Alamsyah

Beberapa hari lalu saya memasang status:

"Yang penting usaha bukan hasil, kelihatannya bijak tapi menyesatkan.

Itu berlaku dalam penilaian Tuhan, tapi antar manusia ini bisa membuat Anda kehilangan klien,

kerjaan, pelanggan, dsb. Menurut Anda?" Sebelum saya memasang status ini, saya tahu pasti akan ada perdebatan,

tapi toh saya pasang juga karena justru diskusinyalah yang perlu ditumbuhkan.

Seringkali kita dengar kalimat seperti ini:"Jangan hanya lihat hasil, tapi lihatlah proses"

"Proses juga harus dihargai, jangan hasilnya saja"

"Yang penting usaha, hasilnya Tuhan yang menentukan"

Bagaimana kelihatannya? Kelihatan bijak, bukan?

Tapi apakah benar demikian?

Bayangkan, misalnya Anda punya 2 orang pegawai bagian pemasaran komputer server.

Pegawai pertama orangnya rajin. Dia menelepon dan presentasi ke 100 orang setiap bulan, tapi tidak bisa menjual barang satu pun.

Dan setiap bulan Anda tetap harus menggajinya sekalipun ia tidak menghasilkan apa-apa.

Pegawai kedua, kelihatannya santai saja.

Dia hanya menelepon 20 orang setiap bulan tapi bisa menjual 20 unit komputer.

Dia juga mendapat gaji, tapi hasil penjualannya membuat perusahaan mampu menggaji dia,

memberi keuntungan perusahaan serta membuat perusahaan mampu

menggaji yang pegawai yang tidak produktif seperti orang pertama.

Bagaimana dengan ilustrasi di atas?

Apakah Anda memilih punya pegawai seperti orang pertama, rajin, terus berusaha tapi tidak memberi hasil.

Apakah Anda memilih pegawai kedua yang tenang, terkesan lebih sanatai, santai tapi hasilnya signifikan.

Silahkan jawab sendiri.

Manusia butuh hasil.

Karena tanpa hasil kita tidak bisa survive.

Sumber daya manusia terbatas.

Kalau Anda bekerja pada manusia dan hanya menawarkan janji kerja keras,

bersumpah akan berusaha sekuat tenaga, tapi tidak memberikan hasil.

Siap siap saja kehilangan pekerjaan. Itu realitas dan itu logis.

Sedangkan Tuhan, Ia mempunyai kekuatan yang tidak terbatas,

Baru niat baik saja kita sudah dihitung satu kebaikan.

Kalau kita berusaha gagal, usahanya saja sudah dapat pahala.

Kalau gagal terus, tapi berusaha terus dan tetap gagal terus, Tuhan tetap bisa memberi pahala.

Karena sumber daya Tuhan tidak terbatas.

Pemahaman 'yang penting usaha, bukan hasil' bisa menyesatkan karena

membuat kita merasa nyaman sekalipun tidak berhasil,

merasa kita sudah mencapai sesuatu padahal belum kemana-mana.

Mungkin lebih bijak begini

Proses dan sukses sama pentingnya,

Usaha dan hasil sama pentingnya.

Tapi pada prakteknya tetap saja manusia butuh hasil, lebih dari lainnya.

Tapi semua terserah Anda.Kalau Anda tetap percaya 'yang penting proses bukan hasil' juga tak apa.

Toh masing-masing akan menanggung akibat atas apa yang dipercayainya.

Kepada orang lain, terutama kepada anak-anak, saya sendiri sering juga mengatakan:

"Yang penting sudah berusaha, hasil kita lihat nanti"

Tapi itu dalam rangka tetap menyemangati, tetap memberi penghargaan atas kerja,

agar semangat mereka tidak surut.

Tapi terhadap diri sendiri saya selalu mengatakan:

"Saya harus berhasil, kerja keras tanpa hasil berarti masih kurang keras, masih kurang cerdas".

Bagaimana dengan Anda?

Mana pertolongan Tuhan?

Mana pertolongan Tuhan?

Isa Alamsyah

Hujan besar semalaman membuat sebuah desa tenggelam banjir yang sangat parah.

Penduduk langsung mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Ketika banjir sudah setinggi lutut, setengah penduduk sudah mengungsi.

Mereka berlarian dengan motor, mobil dan kendaraan apapun yang ada.

Saat itu ada seorang ibadawan yang menolak untuk mengungsi karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang.

Banjir sudah semakin tinggi, kali ini sudah setinggi kepala.

Semua penduduk berusaha mengungsi dengan perahu karet yang datang menolong.

Hanya sisa segelintir saja yang masih terjebak.

Ibadawan itu tetap menolak untuk mengungsi, karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang.

Banjir tetap meninggi, kali ini sudah mulai menutupi atap.

Semua penduduk tersisa mulai terangkut dengan bantuan helikopter.

Tapi ibadawan itu tetap menolak naik helikopter, karena ia yakin pertolongan Tuhan akan datang.

Ibadawan itu kini jadi satu-satunya yang tersisa.

Banjir tetap meninggi, kali ini atap rumah bahkan sudah tenggelam.

Di atas atap, kaki ibadawan itu mulai terendam air, lalu pinggangnya, lalu lehernya.

Ibadawan itu menengadahkan kepala, melihat langit dan berteriak,

"Wahai Tuhan, mana pertolonganMu. Aku sudah begitu sabar menunggu bantuanMu, tapi tak kunjung datang juga!"

Tidak butuh waktu lama, akhirnya banjir sudah melewati kepala sang ahli ibadah, ia berusaha berenang tapi arus terlalu kuat akhirnya ia mati tenggelam.

Di alam kematian, ia bertemu malaikat.

Ia protes, "Wahai Malaikat, aku mau bertemu Tuhan. Aku selalu beribadah dan percaya bahwa Sang Pencipta akan menolongku, tetapi kenapa tidak kunjung datang juga pertolongan itu?"

Malaikat menjawab, "Siapa bilang Tuhan tidak menolong. Ia telah mengirim mobil untuk menyelamatkanmu tapi kamu tidak mau naik mobil itu. Ia juga telah mengirim perahu untukmu tapi kamu tidak peduli. Ia bahkan mengirim helikopter untukmu tapi kamu acuhkan. Kesimpulannya, ya kamu memang ingin mati!"

Ibadawan itu menangis, ia merasa begitu bodoh mengira bahwa pertolongan Tuhan akan datang mungkin seperti kilat yang akan memindahkan ia ke tempat lain, atau seperti matahari yang langsung mengeringkan banjir atau seperti tanah yang langsung menyerap banjir hingga kering.

Ibadawan itu sadar semua sudah terlambat.

Apa pelajaran yang kita bisa ambil?

Seringkali kita menganggap Tuhan belum menolong kita, padahal Ia sudah mengirim berbagai bantuan yang ada disekitar kita.

Ketika kita miskin kita merasa Tuhan tidak memberi bantuan bantuan, padahal mungkin Ia sedang menyiapkan kita untuk jadi pemenang yang tangguh karena digembleng kehidupan yang keras.

Ketika kita menghadapi masalah kita mengira Tuhan menghukum kita, padahal Ia sedang menyiapkan kita untuk jadi pemenang dengan training kehidupan.

Kini saatnya kita melihat sekitar, jangan-jangan semua yang ada disekitar kita adalah bala bantuan dari Tuhan yang selama ini kita sia-siakan.

No Excuse! Karena Tuhan selalu bersama kita.

Seberapa Anda menghargai waktu 1 menit?

Seberapa Anda menghargai waktu 1 menit?

Berhargakah waktu satu menit?

Seberapa Anda menghargai 1 menit?

Jika Anda membaca notes saudara izuddin effendi (http://www.facebook.com/izuddin.effendi),

mungkin Anda bisa lebih menghargai nilai 1 menit.

Apa yang terjadi selama 1 menit di internet?

by Izuddin Effendi on Saturday, July 2, 2011 at 10:22pm

Apa yang terjadi selama 1 menit di internet sewaktu anda mengaksesnya? Dan inilah beberapa hal yang mungkin terjadi selama 1 menit di dunia maya :

500 lebih postingan di blog

98,000 twit terbaru

12,000 iklan terbaru di craiglist(FJB Terbesar)

20,000 postingan terbaru di Tumblr

600 video terbaru di Youtube

70 Domain Didaftarkan

13,000 Aplikasi iPhone telah diunduh

320 Akun Twitter terbaru

100 Akun Linkedin terbaru

6,600 Foto dipublish di Flickr

125 Plugin WordPress terunduh

50 Core WordPress terunduh

79,364 Wall terkirim di Facebook

695,000 Status Facebook diupdate

510,040 Komentar muncul di Facebook

1,700 Aplikasi Mozilla Firefox terunduh

694,445 kata dicari di Google

168 Juta Email terkirim

60 Blog terbaru dibuat

40 Pertanyaan di Yahoo answer dan 100 jawaban diberikan

1,600 Orang Membaca di Scribd

1 Kata terdefinisi di Urban Dictonaries

370,000 menit telepon di Skype.

13,000 jam musik streaming di Pandora

5,000,000,000 dokumen di seluruh dunia di rayapi (crawl) oleh robot google

Itulah yang terjadi di internet selama semenit, dan anda sekarang lebih mengerti mengapa begitu berharganya 1 menit di dunia maya.

Renungan tahun baru
Wise word for new year

“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.”
Kita akan membuka lembaran baru. Setiap halaman masih kosong. Sebut saja buku kesempatan, dan bab pertama adalah Tahun Baru"
Edith Lovejoy Pierce

“Let every new year find you a better man.”
"Jadikan setiap tahun menemukan kamu sebagai orang yang lebih baik"
Benjamin Franklin

“Many people look forward to the New Year for a new start on old habits.”
Banyak orang yang menunggu tahun baru hanya untuk mengulang kebiasaan lama.
Anonim

“People are so worried about what they eat between Christmas and the New Year, but they really should be worried about what they eat between the New Year and Christmas”
Banyak yang khawatir apa yang akan mereka selama natal dan tahun baru (cuma 6 hari), seharusnya mereka khawatir atas apa yang makan antara tahun baru dan natal (359 hari) berikutnya.



Anonim
1706-1790)
Belajar dari bersin
Sekalipun sepele, dari bersin kita bisa belajar tentang nilai kehidupan yang sangat berharga.
Bersin tidak lain adalah bentuk penolakan tubuh atas sesuatu yang dianggap tidak berpotensi bahaya bagi tubuh.
Begitu antisipatifnya, ketika bersin, kita menghasilkan kecepatan secepat 150km/ jam.
Jadi ada dua hal yang perlu diperhatikan dari bersin; pertama bersin mencakup sesuatu yang mempunyai potensi bahaya dan kedua potensi bahaya tersebut ditolak dan dibuang jauh-jauh secepat-cepatnya agar tidak membahayakan.

Nampaknya dari bersin Allah ingin mengajarkan pada kita untuk selalu bersifat responsif, antisipatif dan cepat terhadap hal-hal yang membahayakan kita.

Jadi kalau ada potensi bahaya, kita harus segera mengantisipasinya.
Tapi apakah begitu kebanyakan manusia bersikap?

Sayangnya justru manusia sering bersikap kebalikannya.
Banyak manusia menunda-nunda terhadap potensi bahaya.

Misalnya ada anak yang didekati teman yang mengajak ke pergaulan tidak baik,
bukan buru-buru menghindar malah berbaur sekedar untuk berteman.
Awalnya ia yakin tidak akan terlibat tapi lama kelamaan ikut terjerumus.

Ada orang tak sengaja buka situs porno. Awalnya cuma sekedar ingin tahu.
Lama kelamaan jadi kebiasaan , lalu jadi ketagihan.
Jika ikut prinsip bersin langsung ditutup dan dijauhi.
Tapi kalau tidak, penasaran malah akhirnya terjerumus.

Ada suami atau istri yang bertemu teman lama (baca: pacar lama)
Mereka tahu CLBK mulai tumbuh.
Bukan buru-buru bersin (baca: mengindar), malah sering janjian ketemu.
Akhirnya cinta lama tumbuh kembali dan ujungnya rumah tangga berantakan.

Intinya belajar dari bersin, kita harus buru buru mengantisipasi segala potensi bahaya, dengan kecepatan penuh.
Karena itu kalau kita bisa bersin kita ucapkan Alhamdulillah.