Parenting Plan (Merencanakan Langkah Parenting) yang terlupakan

Parenting Plan (Merencanakan Program Parenting)
Isa Alamsyah

Coba ketik frase 'business plan' di google maka kita akan menemukan banyak artikel tentang rencana bisnis. Lalu ketik 'site plan', 'study plan', 'shopping plan' maka kita akan menemukan berbagai artikel yang berkaitan dengan rencana belajar, rencana belanja atau rencana pembangunan.

Sekarang coba ketik 'parenting plan' di google.
Tebak artikel apa yang muncul. Sudah coba?
Dulu, saya kira ketika melakukan itu yang muncul adalah berbagai konsep rencana dalam membuat program parenting, ternyata tidak.
Jika kita mengetik frase 'parenting plan' pada google, sebagian besar artikel yang keluar adalah tentang rencana pengasuhan anak ketika ayah dan ibu bercerai.
Isinya rata-rata tentang siapa yang mengasuh, rencana biaya pendidikan, rencana pengadilan, dsb. Artikel parenting plan yang muncul bukan tentang bagaimana rencana mendidik anak, metode pendidikan anak, membangun hubungan dengan orang tua, dsb.
Kalaupun ada parenting plan yang tidak terkait perceraian, biasanya terkait pada parenting plan bagi orang tua dari anak dengan kebutuhan khusus.

Artinya apa?
Artinya, saat ini banyak yang menjalankan parenting tanpa plan. Atau parenting tidak identik dengan rencana.
Kalaupun ada, rencana tidak hitam di atas putih, tidak tersistematisasi dan berjalan mengalir saja.
Sampai akhirnya kini istilah 'parenting plan' identik dibuat hanya ketika ada kasus perceraian atau anak dengan kebutuhan khusus.

Apakah benar parenting tidak perlu rencana?
Apakah hanya yang bercerai atau mempunyai anak dengan kebutuhan khusus yang perlu parenting plan?

Saya termasuk yang percaya dengan konsep profesional parenting.
Dans alah satu tugas orang tua adalah membuat rencana parenting.
Menjadi orang tua, kita harus punya rencana untuk masa depan anak.
Dengan program jelas untuk anak-anak, kita bisa menentukan berbagai kebijakan secara tepat.
Rencana mencakup, di anataranya?
Anak seperti apa yang kita harapkan?
Ilmu apa dan keterampilan apa yang harus dikuasai?
Bagaimana mengembangkan bakat dan minat secara maksimal?
Bagaimana mengembangkan sosial skillnya, life skillnya, dll?
Mana yang sudah tercapoai mana yang belum?
Dan berbagai plan lainnya.

Jika orang tua mempunyai rencana jelas untuk anak-anak mereka, maka anak anak tidak menjadi korban try and error dari orang tua.

Maukah Anda menyewa kontaktor rumah yang membangun rumah Anda tanpa rencana?
Mungkin lebih murah, tapi rumah tersebut bisa hancur kapan saja.
Kalaupun rumah tersebut kuat, mungkin Anda tidak suka bentuknya setelah jadi,
karena berbeda dengan yang dibayangkan sebelumnya.
Dengan rencana, kemungkinan buruk bisa diantisipasi.

Sudahkan Anda, para orang tua punya clear plan (rencana yamng jelas) untuk masa depan anak-anak mereka?

Artikel di sini tidak memungkinkan untuk menjabarkan utuh parenting plan yang bisa kita buat, karena itu kami akan berikan contoh parenting plan lengkap pada modul Workshop Smart and Fun Parenting Minggu 10 Juli 2011 ini.
Semoga kita bisa membuat rencana lebih jelas untuk anak-anak kita.
Amin...

*******

Ikuti Fun & Smart Parenting.
Workshop yang tepat untuk siapa pun yang ingin mendapat amunisi hebat untuk mendekati dan melejitkan potensi anak-anak.

Waktu 10 Juli 2011
Pukul 09.00 - 17.00.
di Rumah Baca Asma Nadia Lantai 2
Jalan Merapi raya No. 42 Depok Timur (depan)
Biaya Investasi Rp 300.000/ orang.

Suami - istri Rp 500.000 (berdua)
Manfaatkan juga paket disc untuk suami-istri perorang Rp. 250.000, agar pasangan punya visi yang sama dalam mengarahkan anak-anak.

Khadimat/baby sitter/ pembantu (Rp 200.000 sebagai peserta ke-3)
Paket ini juga bisa dimanfaatkanuntuk metraining baby sitter/khadimat/ mungkin ajak ibu mertua jika sering berbeda kebijakan terhadap anak-anak yang kadang dititipi ke mereka (pasangan plus khadimat/baby sitter(bertiga) orang ketiga hanya 200 ribu.

Tertarik? Hub Rifa Aulia 085218683858

***********

Post a Comment

Previous Post Next Post