Peristiwa Sejarah Penting di Bulan Ramadhan

Peristiwa Sejarah Penting di Bulan Ramadhan

Agung Pribadi (Historivator)


Di Indonesia, Bulan Ramdhan seringkali diidentikkan dengan bulan tidak produktif.

Bulan Ramadhan identik dengan bulan liburan panjang dan tidur panjang.


Di Indonesia, masih terjadi salah kaprah.

Karena ada sebuah hadits Nabi yang mengatakan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, maka pada bulan ramadhan justru banyak orang yang ketika siang hari tidur-tiduran atau bermalas-malasan.

Kalau tidak percaya datang saja ke Masjid Istiqlal ketika bulan puasa, ramai sekali orang yang tidur.

Ramai di sini bukan berarti berisik melainkan banyak.


Padahal Nabi Muhammad tidak memberi contoh seperti itu.

Sejarah Islam dan sejarah Indonesia justru menunjukkan Ramadhan adalah bulan produktif, bulan prestasi.


Nabi Muhammad pada bulan Ramadhan justru melakukan perang Badar.

Perang itu menunjukkan kerja yang sangat keras dan berat.

Apalagi jumlah pejuang muslim sepertiga dari tentara kafir.

Belum lagi pejuang muslim sebagian besar hanya penduduk biasa, berlatar pedagang, budak, dll

sedangkan kelompok kafir sebagian besar memang petempur dan dipersenjatai lengkap.

Dalam keadaan berpuasa, tanpa berbuka, muslim memenangkan pertempuran di Badr.

Pada bulan Ramadhan (hari terakhir) justru terjadi pembebasan kota Makkah oleh Nabi Muhammad.

Pada bulan Ramadhan ini pula terjadi perjanjian Hudaibiyah.

Itulah contoh-contoh produktivitas Ramadhan yang diberikan oleh Nabi Muhammad.

Banyak juga contoh yang diberikan oleh para ulama masa yang lebih belakangan

Misalnya, di Mesir. Sukarelawan Ikhwanul Muslimin dan tentara reguler Mesir merebut Jazirah Sinai justru pada bulan Ramadhan 1973. Oleh karena itu operasi ini disebut Operasi Perang Badar Baru. Orang Israel dan Orang Barat menyebutnya Perang Yom Kippur karena terjadinya pada saat hari besar Yahudi yaitu Yom Kippur.

Fatahillah merebut Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 M atau bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 933 H. Kemenangan ini dianggap mirip dengan Pembebasan Kota Mekkah (Fathul Mekkah) yang diabadikan dalam Al Qur-an Surat 48 ayat 1 dengan sebutan Fathan Mubiina (kemenangan yang gilang gemilang). Kata-kata ini dalam bahasa Sansekerta disebut Jayakarta. Oleh karena itu sejak saat itu Sunda Kelapa diganti namanya oleh Fatahillah menjadi Jayakarta atau Jakarta.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadhan. 17 Agustus 1945 itu bertepatan dengan 9 Ramadhan …. Karena ini adalah 10 hari pertama bulan Ramadhan atau disebut juga bulan Rahmat hal ini diabadikan dalam Pembukaan UUD 1945 dalam kalimat “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa….”.


Pada tahun 1945 bulan Ramadhan terjadi pada bulan Agustus. Tahun 2011 ini juga bulan Ramadhan terjadi pada bulan Agustus. Jadi tidak ada salahnya Ramadhan tahun ini juga kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia dan membangkitkan bangsa ini untuk merdeka dari kemiskinan, korupsi dan keterbelakangan.

Jadi pelurusan sejarah kali ini menunjukkan bahwa walaupun tidurnya orang puasa itu ibadah tetapi justru para pendahulu kita member contoh bahwa bulan puasa adalah bulanya kerja keras.

Karena kerja keras dan berjuang nilai ibadahnya lebih tinggi dari ibadahnya tidur.

Wallahu A’lam bish Shawab


_____

Tentang Penulis

Agung Pribadi adalah Sarjana Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah.

Selama menjadi mahasiswa Agung dikenal sebagai aktivis mahasiswa dan sering menulis di media nasional maupun media mahasiswa.

Saat ini Agung Pribadi dikenal sebagai Historivator, penulis dan pembicara motivasi dengan pendekatan sejarah.

Prinsipnya, dari sejarah kita bisa membentuk masa depan.

Jadi teman Agung Pribadi di facebook, add friend di http://www.facebook.com/AgungPribadiPenulis

Post a Comment

Previous Post Next Post