• slide 1

    No Excuse! for Professional and Worker

    Workshop yang dirancang untuk melepas hambatan excuse, sehingga produktivas kerja dan penghasilan akan berlipat ganda

  • slide 2

    Workshop Menulis

    Workshop yang dirancang untuk menanamkan dasar-dasar kepenulisan hingga Anda siap menghasilkan warisan karya yang abadi

  • slide 3

    No Excuse! for Education

    Raih hasil terbaik di dunia akademisi dengan menaklukkan segala excuse yang menghambat kesuksesan di dunia pendidikan

  • slide 4

    Buku dan Penerbitan

    Abadikan ide Anda. Ternyata membuat buku lebih mudah dari mengarang satu buah cerpen. Terbukti di sini.

  • slide 5

    Workshop Menulis Anak dan Remaja

    Kemampuan menulis akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak. Yang penting ditanamkan adalah kecintaan pada menulis dan dasar penulisan yang benar

  • slide 7

    Workshop dan Seminar Jurnalistik

    Jurnalisme bukan sekedar berita, informasi atau bacaan, tapi cara kita menjadi bagian perubahan dunia

  • slide nav 1

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya
  • slide nav 2

    Workshop Menulis

    Metode terkini, update, mudah diaplikasikan dan karya layak akan diterbitkan
  • slide nav 3

    No Excuse! for Education

    Pendidikan dengan semangat No Excuse! akan menjamin masa depan bangsa
  • slide nav 4

    Workshop Buat Buku

    Membangun semangat untuk minimal menghasilkan satu karya buku sebelum mati
  • slide nav 5

    Workshop Menulis Anak

    Menumbuhkan rasa cinta dan kemampuan membaca dan menulis sejak dini
  • slide nav 6

    Workshop Jurnalistik

    Membangun media sebagai salah satu pilar perubahan untuk masa depan lebih baik
  • slide nav 7

    Workshop No Excuse!

    Membangkitkan semangat pekerja dan profesional untuk meningkatkan pencapaiannya

Selamat Datang di Komunitas Bisa!

Anda bisa melakukan segala hal jauh lebih hebat dari yang Anda kira!

Delete this element to display blogger navbar

Parentivasi: Jangan cuma lihat, maunya beli!

Posted by Isa Alamsyah at 9:32 AM
Parentivasi: Jangan cuma lihat, maunya beli1
Isa Alamsyah

Seluruh pengunjung toko dikagetkan dengan tangisan seorang anak perempuan usia 7 tahunan yang suaranya benar benar menguasai seisi toko.
Untuk menggambarkan kerasnya suara tangisan anak tersebut, bisa digambarkan, kalau saya bicara dengan orang di depan, harus berteriak karena kalau bicara biasa, akan tertutup oleh suara sang anak.
Kencang sekali, sampai seluruh pengunjung toko yang cukup besar bisa mendengar suara tangisannya.

Awalnya sederhana.
Anak tersebut masuk bersama ibu, ayah dan neneknya lihat-lihat tas di toko mainan.
Ibunya bilang cuma lihat-lihat, tapi sang anak tegas mengatakan
"Gak mau lihat-lihat, maunya beli!"
karena ibunya tak setuju beli, sang anak nangis, teriak sekuat-kuatnya .

Apa yang sebenarnya dilakukan anak?
Yang dilakukan anak adalah tangisan bargain (posisi tawar) atau lebih tepatnya tangisan pressure (memberi tekanan)
Anak tersebut mengira semakin kuat tangisan semakin orang tua akan malu.
Atau setidaknya orang tua akan terganggu dan ingin buru-buru meredakan suaranya tangisan dengan membelikan mainan tersebut.
Itu bukan jenis tangisan sakit, misalnya jatuh atau terluka dan bukan tangisan kehilangan.

Apa yang harus dilakukan orang tua?
Ketika anak melakukan tangisan pressure maka orang tua sedapat mungkin dengan bijak tidak memenuhinya. Karena itu bisa jadi bom waktu di masa depan.
Bisa dengan kalimat, apa adanya:
"Mainan itu mahal, kita gak punya duit..."
"Begini nak, kamu menangis sekeras apapun kita tetap tidak bisa beli mainan tersebut karena kita tidak punya anggaran untuk itu!"
Bisa juga dengan kalimat yang mengacu pada kebijakan orang tua,
"Sebenarnya kita mau pertimbangkan, tapi karena kamu memaksa dengan menangis, kita tunda dulu. Ayah bunda hanya mau membelikan sesuatu karena itu penting, atau kamu suka dan kita setuju, tapi bukan kerana kita dipaksa dengan tangisan!"
Atau dengan kaliamat apa saja yang cocok untuk Anda.

Tapi ada satu hal yang perlu diingat,
kebiasaan anak di atas bukan muncul ketika ia umur 6 tahun.
Ada kemungkinan bibit-bibit ini tumbuh ketika usia 2 tahunan atau ketika anak mulai mengerti komunikasi.
Jadi harus dibentuk sejak dini.

Ada juga hal lain yang perlu diperhatikan.
Pada beberapa anak, terlalu lama menangis bisa menyebabkan mereka jatuh sakit entah radang tenggorokan, gangguan pernafasan, dll.
Jadi harus diatasi dengan cepat atau dihindari pemicu tangisannya.

Kalau saja kita memenuhi tangisan presure, bisa jadi ini akan jadi bargain yang terus menerus digunakan anak.
Kecil mungkin dengan menangis.
Agak besar jadi pakai pressure ngambek.
Kalau tambah besar dengan metode minggat, nginep, dll.
So perhatikan perkembangan anak, sejak dini.

But never too late to be better. No Excuse!


0 comments :

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More